BSI Maslahat Dorong Kepemimpinan Empatik Lewat Social Project MMDP 2026 di Kampung Muka

BSI Maslahat Dorong Kepemimpinan Empatik Lewat Social Project MMDP 2026 di Kampung Muka
BSI Maslahat

Jakarta Utara, 21 April 2026 – BSI Maslahat berpartisipasi dalam kegiatan Social  Project Middle Manager Development Program (MMDP) 2026 yang berlangsung pada  Jumat, 17 April 2026, di Kampung Muka, Jakarta Utara. Mengusung tema “Merajut  Kebersamaan, Menguatkan Harapan” kegiatan ini menjadi bagian dari upaya  membentuk pemimpin yang lebih peka melalui aksi sosial nyata dan berinteraksi  langsung dengan masyarakat sehingga diharapkan dapat lebih bijak dalam  mengambil keputusan. 

Suasana Kampung Muka, Pademangan, Jakarta Utara siang itu berjalan seperti  biasa. Aktivitas warga dimulai dari gang-gang sempit, percakapan hangat terdengar  di depan rumah, hingga anak-anak berlarian hilir mudik di gang sempit. Kampung  Muka dikenal sebagai permukiman padat penduduk dengan kondisi rumah yang  berhimpitan. Mayoritas warganya menggantungkan penghasilan dari sektor informal  dengan pendapatan yang tidak selalu tetap. Ketahanan ekonomi menjadi tantangan  tersendiri dalam kehidupan sehari-hari para warganya. Sebagian wilayahnya pernah  dikategorikan sebagai kawasan permukiman dengan kualitas lingkungan yang perlu  ditingkatkan. Di Kampung ini, banyak warga tinggal di atas lahan yang bukan milik  pribadi seperti di kolong jembatan dan kolong rel kereta api.  

Read More

Namun di hari itu, ada kehadiran yang membawa makna berbeda. BSI Maslahat  berkolaborasi bersama BSI Corporate University menyelenggarakan Social Project  Middle Manager Development Program (MMDP) Cohort 2 Batch 2 Tahun 2026.  Kegiatan ini bukan sekadar kunjungan, melainkan sebuah proses belajar yang  menyentuh langsung kehidupan masyarakat. Kegiatan ini dirancang sebagai bagian  dari upaya membentuk para peserta yang merupakan Dept Head BSI agar memiliki  kepekaan sosial yang lebih kuat, meningkatkan empati, dan mampu mengambil  keputusan secara lebih bijak. 

Dalam kegiatan tersebut, BSI Maslahat bersama para peserta menghadirkan aksi  nyata melalui pembagian 1.000 paket makanan melalui warteg mobile kepada  Masyarakat setempat. Para peserta juga berkesempatan untuk berdialog langsung  dengan Masyarakat di tempat tinggal mereka. Kegiatan ini menjadi ruang interaksi  yang hangat antara peserta dan warga, mereka duduk bersama, berbincang, dan  mendengarkan cerita kehidupan masyarakat secara personal. BSI Maslahat juga  memberikan santunan kepada warga yang dikunjungi sebagai bentuk dukungan untuk  meringankan kebutuhan harian keluarga. 

Selain itu, kepedulian juga diwujudkan melalui renovasi fasilitas toilet dan tempat  wudhu di Masjid Uswatun Hasanah yang berada di lingkungan sekitar. Perbaikan ini  diharapkan dapat memberikan kenyamanan lebih bagi warga dalam menjalankan  aktivitas ibadah sehari-hari. 

Direktur Operational BSI Maslahat, Rusdi Musa Ishak, menyampaikan bahwa  kegiatan ini salah satu wujud nyata pengelolaan dana zakat yang tepat sasaran.

“BSI Maslahat menyampaikan apresiasi atas kepercayaan yang diberikan dalam  pelaksanaan kegiatan ini. Melalui program ini, para peserta berkesempatan untuk  merasakan langsung pengalaman mengunjungi rumah para penerima manfaat,  sehingga dapat memahami kondisi mereka secara lebih mendalam. BSI Maslahat  berkomitmen untuk mengelola dana zakat secara optimal melalui berbagai program  kolaboratif yang terarah dan tepat sasaran. Salah satunya diwujudkan melalui  kegiatan social project ini sebagai bagian dari upaya untuk membantu mengurangi  ketimpangan sosial, khususnya di wilayah Jakarta” ujar Rusdi. 

Dean Leadership Academy BSI, Ashari Adhityawarman, menyampaikan tidak hanya  berfokus pada penyaluran bantuan, tetapi juga pada pembentukan karakter  kepemimpinan yang berlandaskan empati.

“Aktivitas yang akan kita jalani saat ini  merupakan yang pertama kali dan belum pernah terjadi pada batch sebelumnya. Mari  kita sama-sama meningkatkan rasa empati kepada Masyarakat yang akan kita temui.  Harapannya, melalui kegiatan ini kita lebih mampu bersyukur terhadap nikmat yang  telah diberikan, serta juga dapat meningkatkan kebijaksanaan bapak ibu dalam setiap  mengambil keputusan” ujarnya. 

Seorang peserta MMDP 2026 mengungkapkan bahwa pengalaman ini memberikan  perspektif yang mendalam dalam memandang peran sebagai seorang pemimpin.  

“Pengalaman ini memberikan perbedaan yang sangat nyata antara sekadar melihat  kondisi masyarakat melalui media dengan terjun langsung menyaksikan kehidupan  mereka. Saya merasa bersyukur dapat mendengar dan memahami secara langsung  cerita masyarakat yang tinggal di kawasan padat di Jakarta. Salah satu warga yang  saya kunjungi menceritakan bahwa ia mengumpulkan sekitar 5–6 kilogram sampah  plastik selama dua minggu, dengan harga jual sekitar Rp3.500 per kilogram. Meski  dalam keterbatasan tersebut, ia tetap menjalani kehidupan dengan penuh rasa  syukur. Hal ini menjadi refleksi bagi saya, bahwa kondisi tersebut sangat berbeda  dengan apa yang kami rasakan, di mana kami masih diberikan kemudahan dalam  memenuhi kebutuhan sehari-hari. Pengalaman ini benar-benar membuka perspektif  dan memperkuat rasa empati kami sebagai calon pemimpin” ungkapnya. 

Kegiatan ini bertujuan agar para peserta tidak hanya memahami realitas sosial secara  langsung, tetapi juga mampu mengalami interaksi yang autentik, mengasah  kepekaan, serta membangun cara pandang yang lebih inklusif sebagai insan BSI. Nilai  utama yang ingin ditanamkan adalah kemampuan untuk mendengar tanpa  menggurui, serta memahami lebih mendalam dan bijak sebelum mengambil keputusan. 

Melalui Social Project ini, BSI Maslahat menegaskan komitmennya dalam mendukung  pengembangan sumber daya manusia yang tidak hanya unggul secara profesional,  tetapi juga memiliki karakter kepedulian sosial yang tinggi. Diharapkan, pengalaman  yang diperoleh para peserta dapat menjadi bekal dalam menjalankan peran  kepemimpinan yang lebih humanis dan berdampak.

BSI Maslahat
BSI Maslahat

Related posts

Leave a Reply