UMKM RI Masih Andalkan WA, Peluang Bagi Jasa SEO Terbuka

UMKM RI Masih Andalkan WA, Peluang Bagi Jasa SEO Terbuka

Sebagian besar pelaku usaha Perdagangan Melalui Sistem Elektronik (PMSE) di Indonesia ternyata masih mengandalkan aplikasi pesan instan seperti WhatsApp untuk berjualan. Berdasarkan Survei BPS 2024 yang dikutip dalam laporan Kinerja PMSE Indonesia 2025 milik Kementerian Perdagangan RI, sebanyak 94,76% pelaku usaha berjualan lewat kanal chat, sementara hanya 1,36% yang memiliki website teroptimasi.

Peluang di Tengah Kesenjangan Digital

Kesenjangan ini muncul di tengah tingginya penetrasi internet Indonesia yang mencapai 80,66% atau setara 229,4 juta pengguna pada 2025, serta nilai transaksi e-commerce nasional yang menembus Rp1.288,93 triliun pada 2024, naik 17,08% dari tahun sebelumnya. Menariknya, 84,21% dari nilai transaksi tersebut justru berasal dari kanal non-marketplace seperti media sosial dan aplikasi pesan instan, bukan platform seperti Shopee atau Tokopedia.

Bacaan Lainnya

Data lain juga menunjukkan bahwa 57,98% pelaku usaha di Indonesia belum melakukan penjualan online sama sekali pada 2024, sementara studi Jurnal Bisnis Digital UTMJ mencatat hanya 24,5% UMKM yang terhubung dengan platform digital. Program ‘UMKM Go Digital’ milik Kementerian Komunikasi dan Informatika sendiri telah melatih lebih dari 10 juta pelaku UMKM sepanjang 2020-2023, namun pelatihan saja dinilai belum cukup tanpa strategi visibilitas jangka panjang di mesin pencari.

Layanan SEO Menyasar Celah Pasar

Kondisi ini yang coba dijembatani oleh jasa-seo.id, layanan search engine optimization (SEO) yang didirikan oleh Nell VH, yang juga merupakan pendiri JetDigitalPro, JDP Academy, dan CEO Pesat.ai. Menurutnya, kesenjangan antara pengguna aplikasi pesan instan dan pemilik website merupakan peluang besar bagi UMKM untuk memperluas pasar melalui optimasi mesin pencari yang terukur, mulai dari technical SEO, riset kata kunci, hingga pemanfaatan Google Search Console.

Ia menambahkan bahwa besarnya kontribusi transaksi dari kanal non-marketplace menjadikan kepemilikan website yang teroptimasi sebagai aset digital yang penting bagi pelaku usaha, alih-alih hanya bergantung pada platform pesan instan atau marketplace.

Catatan Redaksi. Artikel ini bersumber dari siaran pers jasa-seo.id, penyedia layanan SEO yang dibahas di dalamnya. Sebagai istilah, SEO atau search engine optimization adalah proses mengatur konten dan struktur teknis situs agar lebih mudah ditemukan mesin pencari seperti Google secara organik, tanpa membayar iklan, berbeda dengan sekadar berjualan lewat chat yang bergantung pada kontak yang sudah dimiliki penjual. Karena itu, pemilik website yang teroptimasi berpotensi dijangkau calon pembeli baru yang mencari produk lewat pencarian, bukan hanya pelanggan yang sudah menyimpan nomor WhatsApp toko tersebut.

Sumber: Siaran pers jasa-seo.id.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan