PGE Intensifkan Pengeboran 5 Sumur Panas Bumi di 2026

PGE Intensifkan Pengeboran 5 Sumur Panas Bumi di 2026

PT Pertamina Geothermal Energy Tbk (PGE) terus menggencarkan aktivitas pengeboran di sejumlah wilayah operasionalnya sepanjang 2026. Langkah ini ditempuh untuk membuka potensi kapasitas panas bumi baru sekaligus menjaga keandalan aset yang sudah beroperasi melalui pengeboran sumur penopang produksi, atau yang dikenal sebagai make-up well.

Sepanjang tahun ini, PGE telah melakukan pengeboran lima sumur di tiga wilayah kerja. Di proyek Gunung Tiga, sumur eksplorasi GTG-B.1 rampung dibor pada 9 Juni 2026. Di Lumut Balai, sumur make-up well LMB 19-3 selesai dibor pada 3 September 2026, sementara sumur LMB-19.4 mulai dibor (spud in) pada 17 September 2026 dengan target kedalaman 2.500 meter sebagai bagian dari pengembangan Lumut Balai Unit 3 yang ditargetkan berkapasitas 55 megawatt.

Bacaan Lainnya

Di wilayah Ulubelu, Tanggamus, Lampung, PGE membor sumur make-up well UBL-T.1 yang mulai spud in pada 17 September 2026. Sementara di Area Lahendong, Sulawesi Utara, pengeboran dilakukan melalui sumur TPS-P1.2 di Tompaso yang mulai dibor pada 22 September 2026, dengan target kedalaman sekitar 2.300 meter dan potensi kapasitas sekitar 8 megawatt.

Jaga Produksi, Buka Potensi Baru

Direktur Utama PGE Ahmad Yani mengatakan menjaga produksi dan ketersediaan pasokan uap sama pentingnya dengan mengembangkan kapasitas baru. Menurutnya, pengeboran make-up well menjadi bagian dari strategi perusahaan agar aset panas bumi yang sudah berjalan tetap memberikan manfaat optimal dalam jangka panjang.

Senada dengan itu, Direktur Eksplorasi dan Pengembangan PGE Edwil Suzandi menjelaskan bahwa pengeboran eksplorasi membuka peluang menemukan potensi panas bumi baru, sementara make-up well menjaga ketersediaan uap untuk mendukung keandalan operasi pembangkit yang sudah berjalan. Kedua pendekatan tersebut, kata Edwil, menjadi bagian dari strategi reservoir dan drilling management perusahaan.

Saat ini PGE mengelola 15 wilayah kerja panas bumi dengan total kapasitas terpasang 1.932 megawatt, yang berkontribusi sekitar 70 persen dari total kapasitas panas bumi nasional. Perusahaan mengklaim kapasitas tersebut berpotensi menekan emisi CO2 hingga sekitar 10 juta ton per tahun, sejalan dengan target Indonesia mencapai net zero emission pada 2060.

Catatan Redaksi. Make-up well adalah sumur tambahan yang dibor di lapangan yang sudah berproduksi untuk mengganti pasokan uap yang menyusut akibat penurunan tekanan reservoir seiring waktu pemakaian, berbeda dari sumur eksplorasi yang mencari cadangan panas bumi baru. Tanpa pengeboran ini, pembangkit panas bumi yang sudah berjalan bisa kehilangan tenaga uap secara bertahap meski sumber panas di bawahnya belum habis, sehingga make-up well menjadi cara menjaga keluaran listrik tetap stabil tanpa membangun fasilitas baru.

Sumber: PT Pertamina Geothermal Energy Tbk (PGE).

Pos terkait

Tinggalkan Balasan