
PT Waskita Beton Precast Tbk (WSBP) merayakan hari jadinya yang ke-12 dengan menggelar serangkaian program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) di berbagai wilayah operasional perusahaan. Kegiatan ini mencakup aspek sosial, kesehatan, hingga lingkungan sebagai bentuk kepedulian perusahaan terhadap masyarakat sekitar.
Di Kantor Pusat, perusahaan menggelar kegiatan donor darah yang melibatkan karyawan sebagai wujud kepedulian terhadap kebutuhan darah masyarakat. Selain itu, WSBP juga menjalankan program bertajuk Inspiring Kindness: Girls on Site, yang memberi ruang bagi perempuan untuk mengenal lebih dekat lingkungan kerja di industri konstruksi.
Baca juga:
Aksi di Unit Produksi
Sejumlah precast plant milik WSBP turut melaksanakan kegiatan yang disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat setempat. Plant Karawang membangun tembok penahan tanah di Desa Curug untuk menjaga kestabilan lahan, sementara Plant Prambon memasang paving block di Jalan Desa Kedungwonokerto guna meningkatkan kenyamanan akses warga. Plant Gasing menyalurkan santunan bagi anak yatim piatu, dan Plant Subang melakukan pengecoran jalan akses warga di Desa Kaliangsana, Kalijati.
Kepala Divisi Corporate Secretary WSBP, Fandy Dewanto, mengatakan perjalanan 12 tahun perusahaan menjadi momentum untuk memperkuat kepedulian terhadap lingkungan sekitar. Ia berharap berbagai program yang dijalankan dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat maupun lingkungan di area operasional perusahaan.
Rangkaian program TJSL ini disebut sejalan dengan komitmen WSBP dalam menerapkan tata kelola perusahaan yang baik serta menjalankan tanggung jawab sosial secara berkelanjutan di tengah masyarakat tempat perusahaan beroperasi.
Catatan Redaksi. TJSL atau Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan adalah istilah hukum di Indonesia untuk kewajiban perusahaan, terutama BUMN dan anak usahanya, mengalokasikan sebagian keuntungan bagi masyarakat dan lingkungan sekitar wilayah operasi. Konsep ini sering disamakan dengan CSR, namun TJSL diatur lebih ketat dalam peraturan BUMN sehingga pelaksanaannya biasanya terdokumentasi dan dilaporkan sebagai bagian dari tata kelola perusahaan, bukan sekadar kegiatan sukarela.
Sumber: PT Waskita Beton Precast Tbk.





