AGE Strategic Perluas Layanan Strategy-to-Execution di Indonesia

AGE Strategic Perluas Layanan Strategy-to-Execution di Indonesia
Ilustrasi (AI)

Konsultan strategis berbasis Jakarta, AGE Strategic, memperkuat posisinya di pasar Indonesia dengan mengembangkan ekosistem layanan yang menghubungkan perencanaan strategi bisnis dengan pelaksanaannya di lapangan. Pendekatan ini menggabungkan empat kapabilitas utama: strategic planning dan market entry, media distribution, pengembangan web dan aplikasi, serta event management.

Menurut Fadrian Gultom, Managing Partner AGE Strategic, banyak perusahaan sudah menyadari kebutuhan untuk memperluas pasar atau memperkuat merek, namun kerap kesulitan menghubungkan keputusan strategis dengan eksekusi nyata. “AGE Strategic dibangun untuk memperpendek jarak antara strategi dan hasil. Setiap layanan dirancang sebagai bagian dari satu perjalanan pertumbuhan, bukan sebagai proyek yang berdiri sendiri,” ujarnya.

Bacaan Lainnya

Empat Layanan yang Bisa Berdiri Sendiri atau Terintegrasi

Layanan strategic planning mencakup riset pasar, analisis kompetitor, hingga strategi masuk pasar bagi perusahaan lokal yang ingin ekspansi maupun perusahaan asing yang ingin masuk ke Indonesia. Di sisi media, AGE Strategic menawarkan paket National Media Release dengan investasi tetap Rp55 juta yang mencakup distribusi ke lebih dari 110 media nasional serta hingga 210 peluang publikasi melalui jaringan sindikasi, di samping paket Global Media Release untuk kebutuhan ekspansi internasional.

Untuk kebutuhan digital, AGE Strategic mengembangkan website perusahaan, e-commerce berbasis WooCommerce atau Shopify, microsite kampanye, hingga aplikasi seluler dan perangkat lunak operasional. Layanan ini disebut relevan seiring pertumbuhan usaha e-commerce di Indonesia yang menurut data BPS naik 15,30 persen pada 2024 dibanding tahun sebelumnya. Sementara itu, layanan event management menangani seluruh proses acara korporat, mulai dari konferensi, peluncuran produk, hingga brand activation, melalui satu project manager dan sistem koordinasi tunggal.

AGE Strategic menegaskan bahwa keempat layanan tersebut dirancang saling terhubung, misalnya peluncuran produk yang dimulai dari riset strategi, dilanjutkan pembangunan platform digital, diperkuat distribusi media, lalu diwujudkan lewat event peluncuran. Indikator keberhasilan setiap proyek pun disesuaikan dengan tujuan bisnis klien, seperti kualitas leads, tingkat konversi, atau kontribusi terhadap penjualan, bukan sekadar angka traffic atau jumlah publikasi.

Catatan Redaksi. Model “strategy-to-execution” yang dimaksud di sini merujuk pada praktik menyatukan tahap perencanaan bisnis dengan pelaksanaannya di satu penyedia jasa, alih-alih klien mengelola konsultan strategi, agensi media, dan vendor digital secara terpisah. Sementara itu, WooCommerce dan Shopify adalah dua platform populer untuk membangun toko online, bedanya WooCommerce berjalan sebagai plugin di atas situs WordPress yang bisa dikustomisasi bebas, sedangkan Shopify adalah layanan siap pakai berbasis cloud yang pengelolaannya lebih praktis tanpa perlu mengurus server sendiri.

Sumber: AGE Strategic.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan