
PT Jasamarga Tollroad Maintenance (JMTM) kembali melaksanakan pekerjaan preservasi jalan di Ruas Tol Semarang berupa scrapping, filling, and overlay (SFO) serta rekonstruksi rigid. Proyek ini merupakan bagian dari upaya berkelanjutan perusahaan untuk menjaga kualitas perkerasan jalan tol demi keselamatan dan kenyamanan pengguna jalan.
Pekerjaan SFO dijadwalkan berlangsung pada 12-14 Oktober 2026, sementara rekonstruksi rigid sudah berjalan sejak 1 Oktober dan ditargetkan selesai pada 16 Oktober 2026. Selama masa pengerjaan, akan ada pengaturan lalu lintas situasional berupa penutupan lajur di titik-titik tertentu sepanjang ruas tol tersebut.
Baca juga:
Jadwal dan Lokasi Pekerjaan
Pada Senin, 12 Oktober 2026, pekerjaan SFO dilakukan di Seksi A KM 428+850 hingga KM 428+548 serta KM 428+850 hingga KM 428+670 pada Jalur B, mulai pukul 18.00 WIB dan lalu lintas dibuka kembali Selasa pukul 06.00 WIB. Keesokan harinya, Selasa 13 Oktober, pekerjaan berlanjut di Seksi C KM 430+726 hingga KM 430+850 dan KM 434+979 hingga KM 435+032 pada Jalur A, dengan jadwal buka kembali Rabu pukul 06.00 WIB. Adapun rekonstruksi rigid berlokasi di Seksi B KM 432+684 hingga KM 432+494 pada Jalur B.
Direktur Utama JMTM, Suchandra P. Hutabarat, menyatakan bahwa pekerjaan ini penting untuk mempertahankan kualitas perkerasan jalan tol agar tetap memenuhi standar yang berlaku. Ia menambahkan bahwa setiap tahapan pekerjaan memperhatikan aspek mutu dan keselamatan, dengan perencanaan dan koordinasi yang matang agar dampak terhadap kelancaran lalu lintas dapat diminimalkan.
JMTM mengimbau pengguna jalan untuk meningkatkan kewaspadaan saat melintasi area pekerjaan, mematuhi rambu lalu lintas, menjaga jarak aman, serta menyesuaikan kecepatan kendaraan dengan kondisi di lapangan. Pengguna jalan juga disarankan memperhitungkan waktu perjalanan dan mengikuti arahan petugas di lokasi. Informasi lalu lintas terkini dapat dipantau melalui aplikasi Travoy atau One Call Center 133 yang beroperasi 24 jam.
Catatan Redaksi. Scrapping, filling, and overlay adalah metode perbaikan jalan dengan mengikis lapisan aspal yang rusak, mengisi bagian yang bergelombang atau berlubang, lalu melapisinya kembali dengan aspal baru agar permukaan rata. Ini berbeda dengan rekonstruksi rigid yang membongkar total dan mengganti struktur beton jalan, biasanya dilakukan di titik yang kerusakannya sudah sampai lapisan dasar. Pekerjaan semacam ini umumnya dijadwalkan malam hari saat volume kendaraan lebih rendah, agar gangguan terhadap arus lalu lintas bisa ditekan.
Sumber: PT Jasamarga Tollroad Maintenance.





