
PT Railink atau KAI Bandara mencatat sebanyak 84.383 penumpang menggunakan layanan kereta api bandara selama periode libur Maulid Nabi Muhammad SAW, terhitung 22 hingga 25 Agustus 2026. Tingginya mobilitas masyarakat pada periode tersebut mendorong peningkatan penggunaan transportasi publik, khususnya kereta yang menghubungkan pusat kota dengan kawasan bandara serta sejumlah wilayah di Sumatera Utara.
Rincian Penumpang per Layanan
Dari total tersebut, layanan KA Bandara YIA dan KA Bandara YIA Xpress melayani 34.001 penumpang, terdiri dari 23.572 penumpang KA Bandara YIA dan 10.429 penumpang KA Bandara YIA Xpress. Sementara itu, layanan KA Srilelawangsa di Sumatera Utara justru mencatat jumlah pengguna lebih tinggi, yakni 48.596 penumpang selama periode yang sama.
Baca juga:
- Aceh Ekspor PKS dan CPO Lewat Pelabuhan Krueng Geukueh
- Maxim Perkuat Fasilitas Pendukung Transportasi dengan Pick Up Point di Stasiun Depok Baru
Manager Komunikasi Perusahaan KAI Bandara, Ayep Hanapi, menyampaikan bahwa tingginya jumlah penumpang selama libur Maulid Nabi menunjukkan kepercayaan masyarakat terhadap kereta api sebagai moda transportasi yang aman, nyaman, dan efisien. Ia menambahkan bahwa perusahaan berkomitmen memastikan seluruh layanan berjalan optimal selama momentum libur berlangsung.
Antisipasi Operasional
KAI Bandara terus memantau kondisi operasional dan kepadatan penumpang di berbagai stasiun, khususnya pada periode libur dan long weekend. Kesiapan petugas di lapangan turut ditingkatkan agar proses pelayanan, keberangkatan, hingga kedatangan penumpang berlangsung lancar. Perusahaan juga mengimbau penumpang menjaga barang bawaan dan menyediakan layanan lost and found bagi barang yang tertinggal.
Penumpang disarankan tiba lebih awal di bandara, yaitu tiga jam sebelum keberangkatan internasional dan dua jam sebelum keberangkatan domestik. Informasi jadwal, tarif, dan pemesanan tiket dapat diakses melalui situs resmi maupun media sosial resmi PT Railink.
Catatan Redaksi. KA Bandara YIA dan Xpress melayani rute dari pusat kota Yogyakarta ke Bandara Yogyakarta International Airport (YIA) di Kulon Progo, sementara Srilelawangsa adalah layanan komuter di sekitar Medan yang juga menghubungkan bandara Kualanamu, sehingga keduanya sebenarnya melayani karakter penumpang berbeda, satu untuk perjalanan udara dan satu lagi sekaligus untuk mobilitas harian warga sekitar Sumatera Utara. Perbedaan pola ini membantu menjelaskan mengapa jumlah penumpang Srilelawangsa bisa lebih tinggi meski bukan layanan bandara utama di Pulau Jawa.
Sumber: PT Railink (KAI Bandara).





