15 Mei 2026 – Advanced Micro Devices (AMD) kembali mencatatkan pencapaian penting di industri semikonduktor global. Berdasarkan laporan terbaru Mercury Research untuk kuartal pertama 2026, AMD berhasil memperkuat posisinya di berbagai segmen pasar prosesor x86, khususnya pada sektor server dan data center yang kini menjadi pusat pertumbuhan industri teknologi dunia.

Laporan tersebut menunjukkan bahwa AMD mencatat rekor baru pada pangsa pendapatan server dengan angka mencapai 46,2 persen pada Q1 2026. Angka tersebut meningkat 6,8 poin persentase dibanding periode yang sama tahun lalu serta naik 4,9 poin persentase dibanding kuartal sebelumnya.
Pencapaian ini menegaskan semakin kuatnya posisi AMD di pasar server global, terutama didorong oleh adopsi prosesor EPYC yang terus meluas di kalangan perusahaan cloud dan enterprise. Selain itu, momentum pertumbuhan kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) juga menjadi faktor utama yang mempercepat peningkatan permintaan terhadap solusi data center AMD.
AMD menyebutkan bahwa pertumbuhan tersebut turut diperkuat oleh meningkatnya penggunaan lini akselerator AI Instinct di kalangan pelanggan hyperscale dan enterprise. Seiring perusahaan-perusahaan teknologi global terus memperbesar investasi pada infrastruktur AI, kebutuhan terhadap prosesor berkinerja tinggi dan efisien semakin meningkat.
Kinerja kuat ini dinilai sejalan dengan awal tahun yang sangat positif bagi AMD. Perusahaan secara konsisten mencatat peningkatan pangsa pasar di berbagai segmen komputasi, mulai dari data center hingga client processor.
Keberhasilan tersebut mencerminkan eksekusi bisnis yang disiplin sekaligus kekuatan portofolio produk AMD di berbagai lini. Pada sektor data center, AMD mengandalkan prosesor EPYC dan akselerator AI Instinct. Sementara pada pasar konsumen dan gaming, perusahaan terus memperkuat posisi melalui lini Ryzen dan Radeon.
Tidak hanya mengandalkan produk yang sudah ada, AMD juga menyiapkan roadmap generasi berikutnya yang disebut menjadi fondasi pertumbuhan jangka panjang perusahaan. Beberapa platform yang telah diperkenalkan antara lain “Turin,” “Venice,” seri MI400, serta Helios.
Roadmap tersebut diyakini akan memperkuat posisi AMD dalam persaingan pasar AI dan komputasi performa tinggi atau high-performance computing (HPC), yang saat ini berkembang sangat cepat seiring transformasi digital global.
Selain server, laporan Mercury Research juga menunjukkan pertumbuhan AMD pada segmen client processor. Pangsa pendapatan client tercatat meningkat menjadi 31,4 persen pada Q1 2026. Angka tersebut naik 4,8 poin persentase secara tahunan dan bertambah 0,2 poin persentase dibanding kuartal sebelumnya.
Di segmen desktop, pangsa pendapatan AMD mencapai 37,6 persen. Angka itu meningkat 3,2 poin persentase dibanding tahun lalu, meskipun mengalami penurunan 5 poin persentase dibanding kuartal sebelumnya.
Sementara itu, pasar notebook atau mobile processor menunjukkan pertumbuhan lebih kuat. Pangsa pendapatan notebook AMD meningkat menjadi 28,9 persen, naik 6,6 poin persentase secara tahunan dan bertambah 4 poin persentase secara kuartalan.
Secara keseluruhan, AMD mencatat peningkatan pangsa pendapatan total CPU menjadi 38,1 persen pada kuartal pertama 2026. Angka tersebut meningkat 6,5 poin persentase dibanding periode yang sama tahun sebelumnya dan naik 2,7 poin persentase dibanding kuartal sebelumnya.
Dari sisi pangsa unit, AMD juga menunjukkan tren pertumbuhan positif. Pada segmen server, pangsa unit meningkat menjadi 33,2 persen. Pangsa unit desktop berada di angka 33,2 persen, sedangkan notebook mencapai 28,3 persen. Secara keseluruhan, pangsa unit total CPU AMD tercatat sebesar 30 persen pada Q1 2026.
Peningkatan tersebut memperlihatkan bahwa AMD tidak hanya memperbesar volume pengiriman prosesor, tetapi juga semakin kuat di segmen bernilai tinggi yang memberikan kontribusi pendapatan lebih besar bagi perusahaan.
Dalam beberapa tahun terakhir, pasar semikonduktor global memang mengalami perubahan besar. Pertumbuhan AI, cloud computing, dan kebutuhan komputasi performa tinggi mendorong permintaan terhadap prosesor modern dengan efisiensi daya dan performa tinggi.
AMD tampaknya berhasil memanfaatkan momentum tersebut dengan baik. Kombinasi antara inovasi teknologi, strategi produk yang agresif, serta perluasan penetrasi di sektor enterprise membuat perusahaan terus memperkecil jarak dengan para pesaingnya.
Laporan Mercury Research terbaru sekaligus memperlihatkan bagaimana persaingan di industri prosesor kini semakin ketat. Jika sebelumnya pasar data center lebih banyak didominasi satu pemain besar, kini AMD berhasil membangun posisi yang jauh lebih kuat dan kompetitif.
Dengan roadmap produk yang terus berkembang serta permintaan AI global yang diperkirakan terus meningkat, AMD berada pada posisi yang sangat strategis untuk mempertahankan momentum pertumbuhannya dalam beberapa tahun ke depan.





