
Jakarta, 4 Mei 2026 – Masih dalam semangat memperingati Hari Kartini, Batik Danar Hadi berkolaborasi dengan Perhimpunan Kebayaku mempersembahkan koleksi eksklusif bertajuk “Prabhā Kartini: Dari Warisan Ke Masa Depan”.
Tema yang diusung ini dimaknai sebagai “Prabhā Kartini” —cahaya keemasan pemikiran Kartini yang bersinar lembut namun tembus menembus zaman. Dalam bahasa Sanskerta, Prabhā (प्रभा) adalah sinar yang tidak pernah menyilaukan, tetapi meresap dan menerangi secara berkelanjutan. Sebuah representasi bahwa pemikiran R.A. Kartini adalah warisan berharga yang tidak disuarakan dengan ‘berteriak’, namun tak pernah padam dalam menginspirasi. Konsep ini menyoroti keberanian dan langkah perempuan Indonesia masa kini dalam menerangi pola pikir serta membangun masa depan, sekaligus mewujudkan pesan abadi “Habis Gelap Terbitlah Terang” melalui gaya dan busana yang modern, relevan, namun tetap berakar kuat pada tradisi.
Managing Director Batik Danar Hadi, Diana Santosa, menegaskan bahwa semangat Kartini harus terus hidup dalam setiap karya dan kolaborasi.
“Prabhā Kartini adalah cahaya lembut dari warisan pemikiran Kartini yang terus kami rawat. Melalui koleksi eksklusif ini, kami ingin menunjukkan bahwa batik bukan sekadar kain pusaka, melainkan energi hidup yang membawa perempuan Indonesia melangkah percaya diri menuju masa depan. Kolaborasi dengan Perhimpunan Kebayaku serta mitra-mitra hebat lainnya menjadi bukti nyata bahwa semangat Kartini untuk berdaya, berani, dan berkolaborasi masih sangat hidup hingga hari ini,” ujarnya.
Menariknya, kali ini Batik Danar Hadi menampilkan koleksi dengan motif campur yang disatukan oleh konsep bunga. Keberagaman motif batik – dari parang, kawung, hingga ceplok – dipadukan dalam harmoni visual bertema bunga yang melambangkan mekarnya semangat emansipasi dan keindahan perempuan Indonesia. Konsep ini menjadi metafora bahwa meskipun berbeda-beda, perempuan Indonesia dapat bersinar bersama dalam satu kesatuan yang indah.
Ketua Perhimpunan Kebayaku, Nunun Daradjatun, menyampaikan, “Melalui kolaborasi yang bertema “Prabhā Kartini: Dari Warisan ke Masa Depan”, kami mengajak semua perempuan Indonesia untuk menjadi bagian dari kelembutan cahaya pemikiran Ibu Kartini yang dengan gigih terus menerangi menebar manfaat. Berkebaya, seperti yang dahulu dikenakan Ibu Kartini, menjadi salah satu cara kita kembali mengenang sosok yang telah menghadirkan cahaya tersebut. Dalam setiap helainya, tersimpan pengingat bahwa perempuan Indonesia harus menjunjung jati dirinya— sekaligus mampu melangkah maju, perempuan Indonesia bercahaya dengan caranya sendiri. Kebaya memang bukan sekadar busana, melainkan simbol akar identitas yang tetap terjaga di tengah perubahan zaman, keanggunan dan kelembutan yang berdaya.”
Batik Danar Hadi juga berkolaborasi dengan sejumlah mitra ternama lainnya, yaitu Roemah Kebaya Vielgayang menghadirkan keanggunan kebaya modern, Manjusha Nusantara dan MannaQueen sebagai dua jenama perhiasan Indonesia yang memperkaya tampilan dengan sentuhan kemewahan Nusantara. Sinergi ini memperkuat ekosistem budaya Indonesia yang saling mendukung.
Hingga saat ini, Batik Danar Hadi terus mendorong batik sebagai ikon nasional yang menjadikan inspirasi bagi generasi muda, membuktikan bahwa dari warisanlah kita menuai cahaya untuk menerangi masa depan.










