16 Januari 2026 – PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi 1 Jakarta menyampaikan permohonan maaf kepada para pelanggan atas keterlambatan sejumlah perjalanan kereta api yang datang dari arah Semarang menuju wilayah Daop 1 Jakarta.
Keterlambatan tersebut disebabkan oleh intensitas hujan yang sangat tinggi di wilayah Jalur Semarang Kendal dan sekitarnya, yang mengakibatkan beberapa titik jalur rel terendam air.

Demi menjamin keselamatan dan keamanan perjalanan, KAI melakukan penyesuaian operasional pada lintas terdampak, termasuk pembatasan kecepatan dan pengaturan pola perjalanan kereta api.
“Keselamatan perjalanan menjadi prioritas utama KAI. Akibat kondisi jalur yang terendam air, sejumlah perjalanan kereta api dari arah Semarang mengalami keterlambatan dan berdampak pada waktu kedatangan di wilayah Daop 1 Jakarta,” ujar Manager Humas KAI Daop 1 Jakarta, Franoto Wibowo.
Hingga pukul 05.30 WIB, tercatat sebanyak 9 perjalanan kereta api mengalami keterlambatan kedatangan di Stasiun Pasar Senen dan Stasiun Gambir, dengan rentang keterlambatan antara 120 menit hingga 280 menit. Keterlambatan kedatangan tersebut turut berdampak pada jadwal keberangkatan kereta api selanjutnya, mengingat rangkaian kereta harus menunggu kedatangan dari perjalanan sebelumnya guna memastikan kesiapan sarana dan aspek keselamatan.
Dari sembilan perjalanan tersebut, lima kereta api dapat diberangkatkan tepat waktu, sementara empat perjalanan lainnya mengalami keterlambatan keberangkatan, yaitu KA Parahyangan, KA Sembrani, KA Tawang Jaya, dan KA Argo Bromo Anggrek.
Dalam menghadapi kondisi cuaca ekstrem ini, KAI Daop 1 Jakarta terus melakukan koordinasi dan komunikasi secara intensif dengan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) untuk memperoleh informasi prakiraan cuaca terkini. Informasi tersebut menjadi dasar dalam upaya antisipasi, baik dari sisi kesiapan prasarana perkeretaapian maupun peningkatan pelayanan kepada pelanggan, sehingga dampak gangguan dapat diminimalkan.
Sebagai bentuk tanggung jawab pelayanan, KAI menyediakan service recovery bagi pelanggan terdampak sesuai ketentuan yang berlaku. Informasi terkait keterlambatan perjalanan juga disampaikan secara berkala kepada pelanggan melalui SMS blast dan kanal informasi resmi KAI.

Bagi pelanggan yang kereta apinya mengalami keterlambatan akibat kondisi banjir dan memutuskan untuk tidak melanjutkan perjalanan, KAI memberikan opsi pembatalan tiket dengan pengembalian dana 100 persen. Pembatalan dapat dilakukan melalui aplikasi Access by KAI hingga dua jam sebelum jadwal keberangkatan, atau secara langsung di loket layanan stasiun hingga H+3 setelah jadwal keberangkatan.
“Kami mengucapkan terima kasih atas pengertian dan kesabaran para pelanggan. KAI terus melakukan pemantauan dan upaya penanganan agar perjalanan kereta api dapat kembali berjalan normal, aman, dan selamat,” tutup Franoto.





