
Menjelang menstruasi, banyak wanita tidak hanya merasakan mood swing atau perut kembung, tetapi juga rasa pengap di area kewanitaan yang mengganggu aktivitas sehari-hari. Kondisi ini umum terjadi selama fase premenstrual syndrome (PMS) dan kerap membuat tubuh terasa tidak nyaman sepanjang hari.
Kenapa Area Kewanitaan Terasa Lebih Pengap saat PMS?
Rasa pengap tersebut dipicu oleh fluktuasi hormon yang menaikkan suhu basal tubuh, diperparah oleh stres akibat emosi yang kurang stabil sehingga kelenjar keringat bekerja lebih aktif. Kombinasi kenaikan suhu tubuh dan produksi keringat inilah yang membuat area intim terasa lebih gerah dibandingkan hari biasa. Jika dibiarkan, kondisi lembap yang berkepanjangan juga berisiko memicu pertumbuhan bakteri, bau tak sedap, hingga iritasi.
Cara Menjaga Kenyamanan Selama PMS
- Pilih pakaian dalam berbahan katun yang memiliki sirkulasi udara baik, dan hindari bahan sintetis seperti nilon.
- Jaga area intim tetap kering dengan mengeringkannya secara lembut setiap selesai buang air.
- Kurangi penggunaan celana ketat selama PMS; pakaian longgar seperti kulot atau rok membantu area sensitif lebih leluasa bernapas.
- Gunakan pembalut dengan sensasi dingin saat memasuki masa transisi menjelang hari pertama haid untuk kesegaran instan.
Terkait kebutuhan pembalut, PT Uni-Charm Indonesia, Tbk menghadirkan Charm Cooling Fresh yang mengandung ekstrak daun mint untuk memberi sensasi dingin menyegarkan sejak pertama kali dipakai. Produk ini juga diklaim memiliki daya serap ekstra untuk mencegah bocor, telah melalui uji klinis, serta didesain tidak terlalu tebal agar tetap nyaman digunakan beraktivitas.
Dengan kombinasi kebiasaan bersih, pemilihan pakaian yang tepat, dan produk pendukung yang sesuai, rasa pengap saat PMS maupun di awal menstruasi dapat diminimalkan sehingga aktivitas harian tetap berjalan nyaman.
Sumber: PT Uni-Charm Indonesia, Tbk.





