Rumah Tempe Higienis di Pesantren Al-Fatah Temboro, Magetan

Rumah Tempe Higienis di Pesantren Al-Fatah Temboro, Magetan

Pondok Pesantren Al-Fatah Temboro di Desa Temboro, Kecamatan Karas, Kabupaten Magetan, Jawa Timur, mengelola Rumah Tempe Higienis sebagai sarana melatih santri memproduksi tempe secara mandiri. Fasilitas ini menjadi bagian dari program FKS Empower yang digagas FKS Foundation untuk mendorong ketahanan pangan dan kemandirian ekonomi berbasis potensi lokal.

Setiap hari, proses produksi melibatkan empat santri yang bertugas tetap dibantu delapan santri lainnya. Tahapan produksi meliputi penggilingan kedelai, pencampuran ragi, pengemasan, hingga fermentasi, yang semuanya dikerjakan dengan standar higienis agar menghasilkan tempe berkualitas.

Bacaan Lainnya

Salah satu santri, Abu Samsudin (29), mengaku bergabung dengan Rumah Tempe Higienis sejak Agustus 2026 setelah sebelumnya berjualan kebab dengan penghasilan tidak menentu. Ia mendapat pelatihan tiga hari dari Ustaz Ari Handoko, mitra FKS Foundation dari Pondok Pesantren Tahfiz Quran Taruna Al-Qolam Medan, sebelum akhirnya mahir memproduksi tempe sendiri. Menurutnya, penghasilan dan keterampilan yang diperolehnya kini lebih menjanjikan dibanding usaha sebelumnya.

Menyiapkan Regenerasi Perajin Tempe

Kepala Rumah Tempe Higienis, Ustaz Hasan Syarif, menyebut fasilitas tersebut saat ini mampu memproduksi sekitar 1,3 ton tempe per bulan. Sebagian besar hasil produksi dipakai untuk memenuhi kebutuhan dapur pesantren, sementara sekitar 5 persen dijual ke masyarakat sekitar. Kapasitas produksi direncanakan ditingkatkan secara bertahap agar dapat memenuhi kebutuhan sekitar 20.000 santri di pesantren tersebut.

VP of Corporate Communications and Sustainability FKS Group, Beatrice, menjelaskan bahwa program serupa telah dijalankan FKS Foundation di lima pesantren lain dalam tiga tahun terakhir, yakni di Medan, dua pesantren di Rembang, Kediri, dan Madiun. Selain produksi tempe, program ini juga mendorong santri mengembangkan produk olahan kedelai lain seperti nugget tempe, rolade tempe, dan kukis sebagai bekal usaha setelah lulus dari pesantren.

Sumber: FKS Group.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan