Harga Emas Pekan Depan Berisiko Turun ke US$3.946, Ini Sebabnya

Harga Emas Pekan Depan Berisiko Turun ke US.946, Ini Sebabnya
Ilustrasi (AI)

Harga emas dunia (XAUUSD) diperkirakan masih berpotensi melemah pada pekan perdagangan mendatang. Analis dari PT Dupoin Futures Indonesia, Geraldo Kofit, menilai tren jangka menengah logam mulia ini masih cenderung bearish setelah gagal menembus level resistance penting.

Resistance Jadi Penghalang Utama

Berdasarkan analisis teknikal pada grafik harian, XAUUSD belum menunjukkan tanda pembalikan tren yang kuat. Harga emas berulang kali gagal menembus area resistance di kisaran US$4.080, sehingga belum mampu membentuk titik tertinggi baru (swing high). Selama level ini belum ditembus, tekanan jual dinilai masih akan mendominasi pergerakan pasar.

Bacaan Lainnya

Baca juga:

Zona Support yang Perlu Diwaspadai

Dupoin Futures mengidentifikasi area US$3.980 hingga US$3.946 sebagai zona support yang berpotensi menjadi target penurunan berikutnya. Apabila level US$3.980 tidak mampu dipertahankan, harga emas berisiko melanjutkan pelemahan menuju US$3.946. Sebaliknya, jika pembeli kembali masuk dan menahan harga di zona tersebut, emas bisa mengalami konsolidasi atau pemulihan sementara, meski belum cukup untuk mengubah arah tren bearish secara keseluruhan.

Bayang-Bayang Kebijakan The Fed

Dari sisi fundamental, keputusan Bank Sentral Amerika Serikat (The Fed) turut menjadi perhatian. The Fed sebelumnya menahan suku bunga di kisaran 3,75%–4,00%, namun dua pejabatnya menginginkan kenaikan tambahan sebesar 25 basis poin. Pasar, menurut rangkuman Reuters, masih memperhitungkan kemungkinan kenaikan suku bunga pada Desember, yang dapat mendorong penguatan dolar AS dan imbal hasil obligasi pemerintah AS—dua faktor yang biasanya menekan daya tarik emas sebagai aset tanpa imbal hasil bunga.

Tekanan tersebut sudah tercermin dalam perdagangan 30 Oktober, ketika harga emas tercatat melemah sekitar 0,3% ke level US$4.008 per troy ounce. Dupoin Futures menekankan bahwa proyeksi ini merupakan skenario pasar berdasarkan analisis teknikal dan fundamental, bukan kepastian arah harga maupun rekomendasi transaksi, mengingat perdagangan berjangka memiliki risiko kerugian yang signifikan.

Sumber: PT Dupoin Futures Indonesia.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan