
Platform aset digital Bittime membuka akses bagi investor Indonesia untuk memperoleh eksposur terhadap saham perusahaan Amerika Serikat melalui produk Tokenized US Stocks. Langkah ini diambil di tengah meningkatnya tren tokenisasi aset oleh institusi keuangan global, meski Bittime menekankan pentingnya pemahaman risiko sebelum berinvestasi.
Direktur Operasional Bittime, Ryan Lymn, mengatakan tokenisasi membuka cara baru dalam menerbitkan dan mendistribusikan aset keuangan, namun adopsinya perlu dibarengi infrastruktur yang andal, kejelasan regulasi, dan perlindungan konsumen. Menurutnya, survei 2026 Digital Assets Study dari State Street terhadap 300 pengelola dan pemilik aset menunjukkan 51% responden kini memperkirakan aset digital akan menjadi arus utama dalam lima tahun ke depan, naik dari 42% pada 2025 dan hanya 11% pada 2024.
Perkembangan di Indonesia dan Perbedaan Struktur Token
Di dalam negeri, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat tujuh peserta regulatory sandbox telah lulus pengujian dengan model bisnis mencakup tokenisasi emas, surat berharga lewat skema Kontrak Pengelolaan Dana, hingga manfaat kepemilikan properti. Bittime mengingatkan bahwa kelulusan sandbox tidak otomatis berarti produk sudah berizin penuh atau bebas dipasarkan tanpa ketentuan tambahan.
Bittime, yang berstatus Pedagang Aset Keuangan Digital berizin OJK, juga mengutip situs edukasi investor Investor.gov milik regulator pasar modal AS yang menjelaskan bahwa tidak semua token saham memiliki hak yang sama. Sebagian token merepresentasikan kepemilikan atas sekuritas, sementara model lain hanya memberi eksposur terhadap harga aset acuan tanpa hak sebagai pemegang saham langsung. Karena itu, investor disarankan mencermati struktur hukum, penerbit, dan mekanisme penyimpanan aset sebelum memilih instrumen.
Bittime menyebut kondisi pasar global turut relevan, mengutip laporan Reuters bahwa penerbitan obligasi oleh Amazon, Alphabet, Meta, dan Oracle mencapai sekitar US$194 miliar hingga awal Juli 2026 untuk membiayai ekspansi infrastruktur AI—kondisi yang berpotensi menekan yield obligasi dan aset berisiko seperti Bitcoin. Saat ini Bittime menyediakan 37 Tokenized US Stocks, termasuk empat aset baru yakni DELLB, SNDKB, MUB, dan SMCIB yang mulai tersedia sejak 23 Oktober 2026. Ryan menutup dengan imbauan agar investor memahami karakteristik dan risiko setiap instrumen sebelum menambahnya ke portofolio.
Sumber: Bittime.





