
Universitas Bunda Mulia (UBM) resmi meluncurkan Program Doktor (S3) Manajemen dalam sebuah acara yang berlangsung di UBM Lecture Hall, Kampus Serpong, Tangerang, pada 16 Oktober 2026. Dr. Dhiraj Kelly Sawlani, Presiden Direktur PT Sarana Abadi Raya, tampil sebagai pembicara utama dalam momen tersebut.
Acara mengangkat tema “The Future of Business Leadership: Building Business Growth in the Digital Age”, yang menyoroti bagaimana para pemimpin bisnis perlu beradaptasi di tengah pesatnya transformasi digital.
Strategi Digital dan Kesiapan Kepemimpinan
Dalam sesi diskusi panel bersama Prof. Dr. Ratlan Pardede dari Pascasarjana UBM, Dhiraj Kelly Sawlani menyampaikan bahwa keberhasilan transformasi digital perusahaan tidak cukup hanya dengan mengadopsi teknologi terbaru. Menurutnya, kejelasan strategi digital serta kesiapan para pemimpin dalam mengelola perubahan menjadi faktor yang sama pentingnya.
Ia juga menekankan pentingnya pemahaman komprehensif soal manajemen risiko, eksekusi strategi yang adaptif, dan integrasi prinsip keberlanjutan sebagai fondasi pertumbuhan bisnis jangka panjang di tengah disrupsi pasar yang terus berubah.
Mendukung Pengembangan Pemimpin Masa Depan
Keterlibatan Dhiraj Kelly Sawlani dalam peluncuran program doktoral ini sejalan dengan upayanya mendorong pengembangan kapasitas kepemimpinan dan eksekutif di Indonesia. Melalui kombinasi pengalaman praktis di dunia usaha dan wawasan akademis, ia berharap dapat berkontribusi pada terciptanya ekosistem bisnis yang inovatif dan berdaya saing global.
Catatan Redaksi. Program Doktor atau S3 Manajemen umumnya ditempuh oleh praktisi senior atau akademisi yang ingin mendalami riset di balik praktik bisnis, berbeda dari S2 yang lebih berorientasi keterampilan terapan. Dalam konteks kepemimpinan digital, transformasi digital sendiri sering gagal bukan karena teknologinya, melainkan karena organisasi belum mengubah cara kerja dan pengambilan keputusan di baliknya, itulah sebabnya kesiapan pemimpin dan kejelasan strategi kerap disebut sama penting dengan adopsi alat baru.
Sumber: PT Sarana Abadi Raya.





