Mahasiswa BINUS Bekasi Bagikan Pengalaman Study Abroad di Australia

Mahasiswa BINUS Bekasi Bagikan Pengalaman Study Abroad di Australia
Ilustrasi (AI)

Achmed Fidel Ghibran BN, mahasiswa program studi Computer Science – Software Engineering BINUS University angkatan 2027, membagikan pengalamannya mengikuti program Study Abroad di Australia. Program ini merupakan bagian dari Enrichment Program yang ditawarkan BINUS University bagi mahasiswa yang ingin merasakan langsung lingkungan belajar internasional.

Fidel mengaku ketertarikannya mengikuti program ini berawal dari rencana melanjutkan studi S2 di luar negeri. Setelah mencari informasi, ia menemukan bahwa negara tujuannya memiliki universitas mitra BINUS, sehingga program Study Abroad menjadi langkah awal untuk mengenal langsung sistem pendidikan dan kehidupan di sana.

Bacaan Lainnya

Baca juga:

Melewati Masa Adaptasi

Di awal kedatangannya, Fidel sempat kesulitan beradaptasi dan membangun pertemanan baru. Selama sekitar satu bulan, rutinitasnya hanya berkisar antara kuliah, berjalan sendiri, dan kembali ke apartemen, sementara rasa rindu pada keluarga dan teman di Indonesia membuatnya tetap sering berkomunikasi secara daring dengan lingkungan lamanya.

Secara perlahan, ia mulai mendorong diri keluar dari zona nyaman dengan mengikuti berbagai klub dan kegiatan kampus. Lewat aktivitas tersebut, Fidel membangun pertemanan baru hingga mendapat kejutan ulang tahun dari teman-temannya di Australia, momen yang menurutnya menjadi salah satu pengalaman paling berkesan selama program berlangsung.

Selama program berjalan, BINUS University memberikan pendampingan mulai dari proses registrasi hingga pemenuhan persyaratan sebelum keberangkatan, yang berlanjut melalui pertemuan daring berkala setelah mahasiswa berada di luar negeri. Bagi Fidel, pengalaman ini tidak hanya memperkaya wawasan di bidang teknologi, tetapi juga melatih kemampuan komunikasi, adaptasi, dan membangun relasi di lingkungan yang beragam.

Catatan Redaksi. Program Study Abroad semacam ini umumnya berjalan lewat kerja sama universitas mitra, sehingga mata kuliah yang diambil mahasiswa di luar negeri bisa diakui dan dikonversi ke sistem kredit di kampus asal. Model pertukaran jangka pendek seperti ini banyak diterapkan perguruan tinggi untuk memberi pengalaman belajar internasional tanpa mengharuskan mahasiswa pindah studi secara penuh.

Sumber: BINUS University.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan