Apple Developer Academy: Cerita Sebastian, Mahasiswa BINUS Bandung

Apple Developer Academy: Cerita Sebastian, Mahasiswa BINUS Bandung

Sebastian Darren, mahasiswa program studi Computer Science angkatan 2027 di BINUS @Bandung, mendapatkan kesempatan mengikuti program internship di Apple Developer Academy sebagai developer dengan fokus di bidang teknologi. Baginya, kesempatan ini bukan sekadar pengalaman kerja, melainkan ruang belajar untuk memperluas wawasan dan bertemu banyak orang baru di dunia pengembangan perangkat lunak.

Belajar dari Mentor dan Lingkungan Baru

Selama menjalani program tersebut, Sebastian mendapatkan bimbingan langsung dari mentor-mentor yang berpengalaman di industri teknologi. Ia juga berinteraksi dengan rekan-rekan dari berbagai latar belakang, sehingga proses belajarnya tidak hanya soal materi teknis, tetapi juga perspektif dan pengalaman orang lain yang memperkaya cara berpikirnya sebagai developer.

Bacaan Lainnya

Pencapaian Sebastian di dunia teknologi sebenarnya sudah terlihat sejak sebelumnya. Pada 2024, ia meraih peringkat kelima dalam kompetisi WiNACTION 2024, yang menjadi salah satu tonggak penting dalam perjalanan akademiknya sebelum akhirnya mendapat kesempatan di Apple Developer Academy.

Fondasi dari Bangku Kuliah

Sebastian mengaku sempat mengira kuliah akan mirip dengan masa sekolah, namun realitanya jauh berbeda. Ia merasakan lingkungan yang lebih suportif di BINUS @Bandung, lengkap dengan berbagai kesempatan untuk mengasah kemampuan teknis maupun soft skills melalui interaksi dengan dosen dan sesama mahasiswa.

“Selama kuliah di BINUS, aku mendapatkan pengalaman yang luar biasa. Orang-orang di dalamnya suportif, lingkungan asik, dan tidak hanya hard skills, tapi juga soft skills sangat amat diasah selama saya berkuliah di BINUS @Bandung,” ujar Sebastian.

Catatan Redaksi. Apple Developer Academy adalah program pelatihan yang digelar Apple bersama kampus mitra di berbagai negara, termasuk Indonesia, dengan metode challenge-based learning: peserta belajar coding dan desain lewat proyek nyata bersama mentor, bukan lewat kelas dan ujian seperti kuliah biasa. Model ini membuat peserta magang langsung terlibat membangun aplikasi sejak awal program.

Sumber: BINUS @Bandung.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan