Ensiklopedia Budidaya Udang Gratis FisTx untuk Target 2029

Ensiklopedia Budidaya Udang Gratis FisTx untuk Target 2029
Ilustrasi (AI)

FisTx Indonesia, perusahaan teknologi akuakultur yang berbasis di Yogyakarta, merilis ensiklopedia budidaya udang berisi 12 bab yang bisa diunduh gratis oleh petambak, teknisi, dan pelaku usaha udang. Ensiklopedia ini ditulis oleh CEO FisTx, Rico Wisnu Wibisono, yang juga berpraktik langsung di lapangan sebagai pembudidaya udang.

Rilisan ini muncul di tengah target besar pemerintah menaikkan produksi udang nasional menjadi 1,69 juta ton pada 2029, sejalan dengan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN). Sebagai pembanding, produksi udang nasional pada 2024 hanya 844.140 ton menurut data Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), yang berarti produksi harus naik hampir dua kali lipat dalam lima tahun.

Bacaan Lainnya

Tantangan di Lapangan

Direktur Kelautan dan Perikanan Bappenas, Mohamad Rahmat Mulianda, menyebut Indonesia memerlukan lompatan baru dalam dua hingga tiga tahun ke depan untuk mengejar target tersebut, dengan tantangan utama berupa serangan penyakit, sistem budidaya dua tahap, dominasi tambak tradisional, hingga persoalan pemasaran. Sekitar 82 persen luas tambak udang nasional masih berupa tambak tradisional, sehingga peningkatan produktivitas menjadi prioritas. Di sisi lain, Indonesia sempat mengekspor 218,87 ribu ton udang senilai US$1,87 miliar pada 2025, namun pangsa pasar globalnya masih sekitar 6 persen, jauh di bawah Ekuador yang mengekspor 1,41 juta ton.

Isi Ensiklopedia

Dua belas bab dalam ensiklopedia ini disusun berjenjang, mulai dari pondasi seperti perhitungan tebar terukur, pengelolaan air, daya dukung kolam, dan aerasi; dilanjutkan dengan topik teknis seperti hidraulika tambak, genetika ketahanan, mikrobioma, dan pakan terukur; hingga bab tentang biosekuriti, pemantauan data, ekonomi siklus, dan keberlanjutan usaha. Rico mengatakan setiap bab memuat kasus dan angka yang bisa langsung dipakai petambak untuk menentukan kepadatan tebar maupun menghitung harga pokok produksi per kilogram.

“Angka target itu hanya akan tercapai kalau keputusan di tingkat kolam ikut berubah. Karena itu kami membuka ilmu yang selama ini kami pakai di lapangan, secara gratis, supaya petambak bisa menghitung sebelum menebar,” ujar Rico Wisnu Wibisono. Ensiklopedia dapat diunduh melalui halaman resmi FisTx Indonesia, dan petambak yang ingin berkonsultasi lebih lanjut dapat menghubungi tim FisTx melalui kanal yang sama.

Sumber: FisTx Indonesia.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan