
Musisi folk asal Jakarta, Fabian Putra, merilis single terbaru berjudul “Cara Tidak Mudah Untuk Menunda Mati” pada 9 Oktober 2026, sehari sebelum peringatan Hari Kesehatan Mental Sedunia. Single ini menjadi karya pembuka dari sebuah trilogi yang akan mengantarkan Fabian menuju album penuh keduanya, Satu Garis Lurus, yang direncanakan rilis pada awal 2027 sebagai kelanjutan dari album Kota dan Pemikiran (2023).
Refleksi tentang Penerimaan Diri
Lagu ini ditulis dan dikomposisikan sendiri oleh Fabian, dengan proses produksi musikal bersama Adi Alam. Liriknya mengangkat pergulatan batin seseorang yang merasa ingin menyerah, kebingungan, hingga sempat melepaskan harapan dan tujuan hidupnya. Melalui karya ini, Fabian ingin mengajak pendengar menyadari bahwa pikiran kadang bisa menipu diri sendiri dan membuat seseorang lupa bahwa tidak semua hal bisa dikendalikan sepenuhnya.
Fabian menyebut single ini sebagai bentuk perlawanan terhadap pikirannya sendiri, sebagaimana tergambar dalam keseluruhan lirik yang ia tulis. Proses menerima keadaan, beristirahat, dan merawat kembali harapan untuk hari esok menjadi inti pesan yang ingin disampaikan, meski ia mengakui proses tersebut tidak mudah dijalani.
Proses Produksi
Menurut Adi Alam selaku produser, sejak tahap demo lagu ini sudah memiliki nuansa khidmat dengan karakter petikan gitar Fabian yang kuat, yang kemudian menjadi fondasi dalam penyusunan aransemen. Pada bagian akhir lagu, komposisi diperkaya dengan permainan trumpet oleh Aryo Dakoy. Proses rekaman dilakukan di Suara Kuricang Studio, Pamulang, dengan artwork digarap oleh Tysa Sasono.
“Cara Tidak Mudah Untuk Menunda Mati” kini sudah dapat didengarkan di seluruh platform streaming musik digital.
Catatan Redaksi. Hari Kesehatan Mental Sedunia diperingati setiap 10 Oktober, digagas untuk mendorong kesadaran global soal kondisi kejiwaan dan pentingnya dukungan bagi yang mengalaminya. Waktu rilis single ini sehari sebelumnya selaras dengan tema liriknya tentang pergulatan batin dan penerimaan diri. Format trilogi menuju album penuh, seperti yang ditempuh Fabian, juga umum dipakai musisi untuk membangun narasi cerita secara bertahap sebelum satu album utuh diluncurkan.
Sumber: Fabian Putra.





