
Aplikasi media sosial Sanct Social menayangkan episode keenam dari seri film pendeknya di YouTube pada Senin (12/10). Film berjudul “Nice to meet you.” ini berbeda dari lima episode sebelumnya yang berfokus pada kisah keluarga antara Jakarta dan Singapura. Episode baru ini justru menonjolkan fitur yang membedakan Sanct Social dari media sosial lain: teman pertama hanya bisa ditambahkan lewat pertemuan langsung dan saling memindai kode QR.
Cerita berlatar Sabtu, 10 Oktober, mengikuti satu hari penuh di Jakarta. Keisha menjemput dua temannya dari Singapura dan Malaysia, salah satunya Rivani yang baru bergabung di Sanct Social dan baru memiliki tiga teman. Sepanjang hari, Rivani mendapatkan teman keempat dan kelimanya dari orang-orang yang benar-benar ia temui, lengkap dengan adegan dua ponsel yang dipertemukan di udara untuk saling menambahkan kontak.
Baca juga:
- Sanct Luncurkan Episode 5, Kisah Anak Rantau Pulang Diam-diam
- Sanct Resmi Meluncur di Indonesia 29 September 2026, Ini Fiturnya
Fitur ditampilkan lewat cerita, bukan narasi
Tanpa dialog eksplisit tentang aplikasi, film ini memperlihatkan berbagai fitur Sanct Social lewat aktivitas sehari-hari: polling di dalam obrolan untuk menentukan tempat makan siang, pesan suara, stiker digital, hingga foto stereoscopic yang bisa bergerak saat ponsel dimiringkan. Di penghujung hari, salah satu tokoh menerima panggilan video dari ibunya di Malaysia, yang kameranya baru menyala setelah persetujuan eksplisit diberikan.
“Lima film kami bercerita tentang keluarga. Di film keenam kami memperlihatkan hal yang paling membedakan Sanct Social, dan hal itu tidak terjadi di layar, melainkan di antara dua orang yang berdiri berhadapan,” ujar Sion Abednego, pendiri Sanct Social yang berasal dari Indonesia.
Sanct Social diklaim tidak memiliki iklan maupun linimasa publik, dan tidak menjual data pengguna ke pihak ketiga. Aplikasi ini gratis digunakan, tersedia dalam bahasa Indonesia, Inggris, Melayu, dan Hindi, serta sudah digunakan oleh lebih dari 1.000 orang. Saat ini Sanct Social hanya tersedia untuk iPhone di App Store Indonesia, Malaysia, dan Singapura, sementara versi Android belum dirilis.
Catatan Redaksi. Pertukaran kontak lewat saling pindai kode QR umumnya menyandikan identitas pengguna ke dalam pola kotak-kotak yang dibaca kamera, cara ini dipakai banyak aplikasi karena hanya bekerja bila dua perangkat benar-benar berdekatan, berbeda dari menambah teman lewat nomor telepon atau pencarian nama yang bisa dilakukan dari jarak jauh. Foto stereoscopic yang disebut dalam artikel merekam dua sudut pandang sekaligus sehingga menciptakan efek kedalaman saat ponsel dimiringkan, mirip prinsip penglihatan dua mata manusia.
Sumber: Sanct Social.





