BINUS Semarang Pamerkan Diorama Smart City di Sewunara 2026

BINUS Semarang Pamerkan Diorama Smart City di Sewunara 2026

Program Studi Smart Industrial Engineering BINUS University @Semarang turut ambil bagian dalam Sewunara 2026 lewat karya bertajuk Smart Futuristic City Diorama. Ajang yang digelar pada September 2026 ini mengusung tema City of Tomorrow dan menghadirkan lebih dari 330 karya dari lebih dari 33 negara, dengan diorama BINUS menjadi salah satu yang menggambarkan wajah kota masa depan.

Satu Kota, Satu Sistem

Diorama ini menampilkan kawasan kota industri cerdas yang utuh dalam sebuah display case kaca berpencahayaan LED. Di dalamnya tergambar pelabuhan, kawasan pabrik, pergudangan, stasiun dan jalur kereta, perkantoran, pusat perbelanjaan, apartemen, ruang hijau, hingga turbin angin dan panel surya sebagai sumber energi terbarukan. Hampir seluruh elemen bangunan dibuat menggunakan teknologi 3D printing.

Bacaan Lainnya

Project Leader Kumara Dharaka menjelaskan bahwa diorama ini sengaja dirancang untuk menunjukkan bagaimana sebuah kota industri bekerja sebagai satu kesatuan sistem, bukan sebagai elemen-elemen yang berdiri sendiri. Menurutnya, pelabuhan, pabrik, gudang, transportasi, dan energi saling terhubung satu sama lain, dan cara berpikir semacam itulah yang menjadi ciri khas seorang industrial engineer.

Ketua Program Studi Smart Industrial Engineering BINUS @Semarang, Ir. Taufik, S.T., M.M., Ph.D., IPM, menyampaikan rasa bangganya atas keikutsertaan karya mahasiswa dan dosennya di panggung internasional tersebut. Ia menilai diorama ini membuktikan bahwa konsep smart city dan smart industry bisa diterjemahkan menjadi karya nyata yang dapat dinikmati masyarakat luas.

Smart Futuristic City Diorama merupakan luaran utama dari Proyek Inisiatif 2026 yang dikerjakan sejak Februari 2026, dimulai dari perancangan layout kawasan berukuran 2000 x 2000. Selain diorama utama, proyek ini juga melahirkan 10 prototipe Smart Diorama karya mahasiswa serta rangkaian workshop desain 3D di enam SMA di wilayah Jawa Tengah dan DI Yogyakarta.

Catatan Redaksi. Konsep smart city yang digambarkan diorama ini merujuk pada pengelolaan kota dengan sistem yang saling terhubung, misalnya data transportasi, energi, dan logistik yang terintegrasi sehingga bisa dipantau dan diatur secara efisien, bukan sekadar kota dengan gadget canggih. Teknologi 3D printing yang dipakai membangun maket memungkinkan bentuk bangunan yang rumit dicetak langsung dari rancangan digital, lebih cepat dan presisi dibandingkan pembuatan maket manual secara konvensional.

Sumber: BINUS University @Semarang.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan