
BINUS University meluncurkan Program Artificial Intelligence di kampus BINUS @Bandung pada 8 September 2026 di Kampus Paskal. Program ini menjadi bagian dari perluasan akses pendidikan AI ke berbagai wilayah sebagai wujud komitmen kampus dalam menyiapkan talenta digital Indonesia.
Peluncuran ini merupakan bagian dari inisiatif AI Empowers @ BINUS, yang mengintegrasikan pemahaman dan pemanfaatan AI ke seluruh ekosistem pembelajaran. Mahasiswa tidak hanya diajarkan menggunakan teknologi AI, tetapi juga didorong memahami cara mengembangkan dan menerapkannya secara strategis, etis, dan bertanggung jawab.
Fokus Creative Technology Entrepreneurship
Di BINUS @Bandung, program ini memperkuat fokus kampus pada Creative Technology Entrepreneurship, yang menghubungkan kreativitas, penguasaan teknologi, dan kemampuan berwirausaha. Direktur Kampus BINUS @Bandung, Dr. Johan Muliadi Kerta, mengatakan generasi muda Bandung memiliki kreativitas dan keberanian bereksperimen yang kuat, sehingga program ini diarahkan untuk mengubah kreativitas tersebut menjadi inovasi berbasis teknologi yang punya nilai ekonomi.
Secara akademik, kurikulum program ini dirancang multidisiplin dengan menggabungkan matematika, data science, machine learning, computer vision, natural language processing, hingga Internet of Things dan robotika. Dekan School of Computer Science BINUS University, Prof. Derwin Suhartono, menekankan bahwa mahasiswa perlu memiliki fondasi akademik kuat agar mampu bekerja berdampingan dengan AI, bukan sekadar menjadi pengguna teknologi.
Rektor BINUS University, Dr. Nelly, menambahkan bahwa penguasaan AI diarahkan untuk mendorong lahirnya inovasi yang bermanfaat bagi Indonesia. Program ini juga melibatkan praktisi industri, termasuk CEO Kazee Digital Indonesia, Pujo Laksono, yang menyoroti pentingnya kolaborasi pendidikan dan industri agar kemampuan mahasiswa tetap relevan dengan kebutuhan dunia kerja.
Catatan Redaksi. Computer vision dan natural language processing adalah cabang AI yang masing-masing melatih komputer mengenali gambar dan memahami bahasa manusia, sementara IoT menghubungkan perangkat fisik ke internet agar bisa saling bertukar data. Kombinasi bidang ini di kurikulum menunjukkan tren pendidikan AI yang tidak lagi hanya mengajarkan cara memakai alat jadi, tapi juga dasar matematika dan data science di baliknya, sehingga lulusan diharapkan memahami prinsip kerja sistem, bukan sekadar menjalankannya.
Sumber: BINUS University.





