SEWUNARA 2026 di BINUS Semarang: Festival Seni Lintas 33 Negara

SEWUNARA 2026 di BINUS Semarang: Festival Seni Lintas 33 Negara

BINUS University @Semarang menggelar SEWUNARA (Semarang International Art & Design Festival) 2026, sebuah festival kreatif berskala internasional yang berlangsung sejak 25 September hingga 10 Oktober 2026 di BINUS Immersive Gallery. Mengusung tema “Kota Masa Depan”, acara ini mempertemukan akademisi, pelaku industri, pemerintah, organisasi profesi, desainer, seniman, hingga mahasiswa dari berbagai negara untuk berdialog tentang arah perkembangan kota di masa depan.

Nama SEWUNARA diambil dari kata “sewu” (seribu) dan “narasi” (cerita), menggambarkan festival ini sebagai ruang pertemuan ribuan perspektif untuk memantik ide dan kolaborasi baru. Acara dirangkai oleh Program Studi Desain Komunikasi Visual (DKV) BINUS @Semarang bersama Program Teknik Industri dan Ilmu Komputer, berkolaborasi dengan AIDIA (Asosiasi Profesional Desain Komunikasi Visual Indonesia), Pemerintah Kota Semarang, dan Komite Ekonomi Kreatif Kota Semarang. Festival ini melibatkan peserta dari 33 negara dalam satu ekosistem kreatif bersama.

Bacaan Lainnya

Teknologi dan AI Jadi Bagian Eksplorasi

Sebagai bagian dari rangkaian acara, BINUS @Semarang juga menghadirkan Digital Transformation and AI Experience Campus untuk mengeksplorasi peran transformasi digital dan kecerdasan buatan dalam proses kreatif serta perancangan ruang dan pengalaman perkotaan di masa depan. Direktur Kampus BINUS University @Semarang, Dr. Fredy Purnomo, S.Kom., M.Kom., menyampaikan bahwa kota masa depan tidak hanya dibentuk oleh teknologi, tetapi juga oleh kreativitas, kolaborasi, dan empati manusia.

“Digital transformation dan AI memberikan kita banyak kemungkinan baru, tetapi pertanyaan terpentingnya tetap berada pada manusia, bagaimana teknologi tersebut digunakan untuk menciptakan pengalaman dan solusi yang memberikan dampak positif,” ujar Fredy.

Rangkaian Program Lintas Disiplin

SEWUNARA 2026 menghadirkan berbagai program seperti Twin Class, Workshop, IP Summit, Art & Design Exhibition, Talkshow & Congress, Performance Art, hingga Immersive Exhibition. Rangkaian ini dirancang bukan hanya sebagai ruang pamer karya, tetapi juga wadah pertukaran pengetahuan dan kolaborasi lintas negara, sehingga gagasan tentang “Kota Masa Depan” bisa dilihat dari perspektif lokal maupun global.

Catatan Redaksi. IP Summit yang disebut dalam rangkaian acara biasanya merujuk pada forum seputar intellectual property atau kekayaan intelektual, tempat pelaku kreatif, akademisi, dan industri membahas perlindungan serta pengelolaan hak cipta karya desain dan seni. Format ini lazim dipakai festival desain internasional karena karya kreatif, mulai dari desain grafis hingga karya seni instalasi, bernilai ekonomi sekaligus rentan disalin, sehingga diskusi soal hak kekayaan intelektual menjadi bagian penting selain pameran dan workshop.

Sumber: BINUS University @Semarang.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan