
Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Provinsi Lampung menggandeng Bank Lampung dan perusahaan teknologi pembayaran Paylabs untuk memperluas pilihan metode pembayaran retribusi daerah melalui aplikasi Satu Aplikasi Belanja Retribusi Daerah (SAIBARA). Kerja sama ini ditandai dengan penandatanganan perjanjian di Kantor Bapenda Provinsi Lampung, Bandar Lampung, pada Rabu (7/10).
Melalui kolaborasi tersebut, masyarakat yang membayar retribusi daerah lewat SAIBARA kini dapat memilih berbagai kanal pembayaran digital, mulai dari QRIS, virtual account, e-wallet, hingga paylater atau Buy Now Pay Later (BNPL) termasuk Shopee PayLater. Paylabs bertugas mengintegrasikan berbagai kanal pembayaran ke dalam ekosistem SAIBARA, sementara Bank Lampung menangani infrastruktur perbankan dan proses settlement dana ke Rekening Kas Umum Daerah (RKUD) Bapenda Lampung.
Sudah Dipakai 22 OPD
Kepala Bapenda Provinsi Lampung, Saipul, mengatakan digitalisasi pembayaran retribusi merupakan bagian dari upaya pemerintah provinsi menghadirkan layanan publik yang lebih mudah diakses. Saat ini SAIBARA telah digunakan oleh 22 Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di Lampung, dengan fokus layanan retribusi di sektor pariwisata dan layanan publik lainnya. Setelah pembayaran berhasil, warga dapat memantau status transaksi serta dokumen seperti Surat Penetapan Retribusi Daerah (SPdORD) dan Surat Ketetapan Retribusi Daerah (SKRD) secara digital melalui aplikasi.
Direktur Paylabs, Bram Helianto, menyebut kerja sama ini sebagai bagian dari upaya memperkuat ekosistem pembayaran digital yang terintegrasi antara pemerintah daerah, perbankan, dan penyedia teknologi. Sementara itu, Direktur Utama Bank Lampung, Indra Merviana, menegaskan pihaknya mendukung pembayaran melalui QRIS sekaligus menjalankan proses settlement ke RKUD Bapenda Lampung agar ekosistem transaksi pemerintah daerah semakin terintegrasi.
Perluasan metode pembayaran ini sejalan dengan tren penggunaan instrumen pembayaran digital di Indonesia. Bank Indonesia mencatat volume transaksi pembayaran digital nasional mencapai 16,07 miliar transaksi pada kuartal II 2026, tumbuh 36,88% secara tahunan, sementara transaksi QRIS tumbuh 100,12% pada periode yang sama.
Sumber: Paylabs.





