
Jurusan Game Application and Technology (GAT) BINUS University kembali menggelar Jakarta GameFest 2026 (JGF 2026), festival dan pameran game yang mempertemukan mahasiswa, alumni, developer game, komunitas, serta pelaku industri. Acara ini berlangsung di BINUS @Kemanggisan, Anggrek Campus, pada Sabtu, 10 Oktober 2026, mulai pukul 09.00 hingga 17.00 WIB.
Penyelenggaraan JGF 2026 didukung oleh Asosiasi Game Indonesia (AGI), Tekken Drivals Team, Esports Football One, dan Chatterworks (Pokémon TCG Academia University), dengan dukungan sponsor dari Road to Jakarta Game On 2026, Axioo Pongo, dan Madu Enak.
Rangkaian Program Utama
Festival ini menghadirkan sejumlah program, antara lain JGF Game Showcase yang memberi kesempatan bagi developer memamerkan karya langsung ke pengunjung, JGF Indie Spotlight untuk game indie, serta Portfolio Review (IGDX Career Got Talent) sebagai sarana mendapatkan masukan portofolio bagi calon profesional industri game. Ada pula kompetisi Cosplay, JGF Online Fest melalui itch.io, hingga JGF Grand Prize yang membagikan hadiah kepada pengunjung melalui mekanisme partisipasi dan voting selama acara.
Komunitas eSport dan Apresiasi Exhibitor
Bagi penggemar game kompetitif, tersedia eSport Communities Activation yang mencakup turnamen dan aktivitas komunitas Tekken 8, eFootball melalui Axioo Presents: Pongo Battleground, serta Pokémon TCG. Di penutup acara, JGF Choice Award akan memberikan apresiasi kepada exhibitor terbaik berdasarkan suara pengunjung, dengan empat kategori: Best Gameplay, Best Visual, Best Overall, dan Most Favorite.
Informasi lebih lanjut mengenai Jakarta GameFest 2026 dapat diakses melalui Instagram resmi @jakartagamefest.id atau situs jakartagamefest.id.
Catatan Redaksi. Itch.io adalah platform daring tempat developer independen mengunggah dan menjual game secara langsung tanpa melalui penerbit besar, sehingga lazim dipakai untuk memamerkan game indie seperti pada JGF Online Fest. Sementara itu, ajang semacam JGF Choice Award yang menilai lewat suara pengunjung berbeda dari penjurian oleh panel profesional, karena hasilnya mencerminkan preferensi langsung publik yang hadir di acara.
Sumber: Game Application and Technology (GAT) BINUS University.





