
PT SUCOFINDO (Persero) berpartisipasi dalam forum industri batubara internasional Coaltrans Asia 2026 yang digelar di Bali pada 5 Oktober 2026. Mengusung tema “From Pit to Port, Building Trust Across the Coal Value Chain”, perusahaan menegaskan posisinya sebagai mitra strategis industri melalui layanan Comprehensive Coal Services yang mencakup seluruh rantai nilai batubara, mulai dari eksplorasi hingga pengiriman.
Dari Eksplorasi hingga Pengiriman
Dalam ajang tersebut, SUCOFINDO menampilkan sejumlah layanan testing, inspection, and certification (TIC), antara lain Pit to Port Coal Quality Monitoring, Geomechanical Testing, Geological & Geophysical Services, Resource & Reserve Estimation, Coal Superintending, Coal Loading & Unloading Services, Mining Services, serta Geotechnical & Infrastructure Services.
Direktur Utama SUCOFINDO, Sandry Pasambuna, menjadi pembicara dalam sesi SUCOFINDO Thought Leader Session dengan materi “Pricing Signals vs Physical Market Reality”. Ia menekankan pentingnya memahami hubungan antara sinyal harga pasar dan kondisi fisik komoditas batubara agar pelaku industri dapat mengambil keputusan yang lebih akurat di tengah dinamika pasar global. Menurutnya, keberlanjutan industri batubara tak hanya bergantung pada ketersediaan sumber daya, tetapi juga pada tata kelola yang baik, pengendalian kualitas yang konsisten, dan pengelolaan operasional yang bertanggung jawab.
Layanan di Setiap Tahap Rantai Nilai
Direktur Komersial SUCOFINDO, Agus Permadi, menjelaskan bahwa salah satu layanan andalan perusahaan adalah Pit to Port Coal Quality Monitoring, yang memantau kualitas batubara sejak tahap penambangan hingga pengiriman untuk mendukung perencanaan tambang dan efisiensi operasional. Pada sektor hulu, SUCOFINDO menyediakan survei geologi, pengeboran, estimasi sumber daya dan cadangan, hingga studi lingkungan. Di sektor pertambangan, perusahaan menawarkan pemantauan kualitas, pengujian geomekanika, dan pelatihan jasa pertambangan, sementara di sektor hilir tersedia layanan coal superintending serta verifikasi kualitas dan kuantitas untuk menjaga transparansi transaksi.
Perusahaan juga menyediakan layanan pendukung infrastruktur seperti survei topografi, survei batimetri, due diligence, dan desain infrastruktur bagi fasilitas pengolahan tambang. Menurut Agus, kehadiran SUCOFINDO di Coaltrans Asia 2026 menjadi momentum untuk memperkuat kolaborasi dengan para pemangku kepentingan industri batubara nasional.
Catatan Redaksi. Testing, inspection, and certification (TIC) adalah jasa pihak ketiga independen untuk memverifikasi kualitas, kuantitas, dan keamanan suatu komoditas, perannya penting karena pembeli dan penjual batubara sering berada di lokasi berbeda sehingga butuh pihak netral yang memastikan muatan sesuai kontrak. Istilah coal superintending sendiri merujuk pada pengawasan independen saat proses pemuatan dan pembongkaran batubara, termasuk pengambilan sampel dan pengukuran volume, agar tidak terjadi perselisihan soal kualitas atau jumlah antara penjual dan pembeli.
Sumber: PT SUCOFINDO (Persero).





