BRI Finance: Pembiayaan Kendaraan Listrik Naik 13,8 Kali di 2026

BRI Finance: Pembiayaan Kendaraan Listrik Naik 13,8 Kali di 2026
Ilustrasi (AI)

Minat masyarakat terhadap kendaraan listrik (electric vehicle/EV) di Indonesia terus meningkat, tercermin dari data Otoritas Jasa Keuangan (OJK) yang mencatat pembiayaan kendaraan listrik dan hybrid bekas tumbuh 103,06% secara tahunan (YoY) menjadi Rp1,52 triliun pada Juli 2026. Sebaliknya, pembiayaan mobil bekas konvensional justru terkontraksi 4,52% YoY menjadi Rp86,25 triliun pada periode yang sama.

Corporate Secretary PT BRI Multifinance Indonesia (BRI Finance), Aditia Fakhri Ramadhani, menilai tren ini mencerminkan pergeseran preferensi konsumen di pasar pembiayaan kendaraan. Menurutnya, kontraksi pada mobil bekas konvensional dipengaruhi oleh perubahan minat konsumen dan kondisi pasar mobil bekas, sementara pertumbuhan EV didorong oleh meningkatnya kesadaran masyarakat, semakin beragamnya pilihan model, serta berkembangnya ekosistem kendaraan listrik di dalam negeri.

Bacaan Lainnya

Baca juga:

Pertumbuhan Disbursement BRI Finance

Tren positif tersebut turut terlihat pada kinerja penyaluran pembiayaan BRI Finance sendiri. Berdasarkan data per Agustus 2026, disbursement pembiayaan mobil baru (new car) meningkat sekitar 9,4 kali dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Pada waktu yang sama, disbursement khusus pembiayaan kendaraan listrik melonjak lebih tinggi lagi, yakni sekitar 13,8 kali secara tahunan.

Dhani menambahkan bahwa segmen kendaraan listrik berpotensi menjadi salah satu sumber pertumbuhan utama pembiayaan kendaraan ke depan, seiring perkembangan infrastruktur pendukung dan semakin diterimanya EV oleh masyarakat luas. BRI Finance menyatakan akan terus memantau dinamika pasar dan menyesuaikan strategi pembiayaannya sesuai kebutuhan konsumen, baik untuk segmen kendaraan konvensional maupun listrik.

Catatan Redaksi. Pertumbuhan dalam satuan ‘kali lipat’, seperti 13,8 kali, umumnya terjadi karena basis tahun sebelumnya masih kecil, sehingga lonjakan persentase besar tak selalu berarti nilai nominalnya juga besar. Perlu diperhatikan juga bahwa data OJK mengukur total pembiayaan EV dan hybrid bekas se-industri, sementara data disbursement BRI Finance hanya mencerminkan penyaluran pembiayaan perusahaan itu sendiri.

Sumber: PT BRI Multifinance Indonesia (BRI Finance).

Pos terkait

Tinggalkan Balasan