Biaya Logistik Distributor: Cara Hitung Ongkir Riil per Order

Biaya Logistik Distributor: Cara Hitung Ongkir Riil per Order

Banyak distributor masih memperlakukan biaya pengiriman sebagai satu baris beban di akhir bulan, bukan sebagai komponen yang menempel pada setiap order. Akibatnya, laba per transaksi sulit dibaca secara jujur: order kecil ke lokasi jauh bisa terlihat sama menguntungkannya dengan order besar ke lokasi dekat, padahal ongkos melayaninya jauh berbeda.

Masalah ini semakin relevan mengingat biaya logistik nasional Indonesia masih tercatat sekitar 14,29 persen terhadap produk domestik bruto, jauh di atas rata-rata negara maju. Efisiensi pengiriman pun ikut menentukan daya saing harga di tingkat distributor.

Bacaan Lainnya

Memisahkan Ongkos Masuk dan Keluar

Salah satu akar masalahnya adalah biaya angkut pembelian (ongkos masuk) dan biaya kirim ke pelanggan (ongkos keluar) sering dicampur dalam satu akun, padahal perlakuannya berbeda. Ongkos masuk semestinya menambah nilai persediaan melalui mekanisme landed cost, sementara ongkos keluar adalah beban penjualan periode berjalan yang idealnya dianalisis per order atau per pelanggan.

Menghitung Ongkos per Pengiriman

Untuk distributor yang menggunakan sistem ERP seperti Odoo, perhitungan ongkir dapat dilakukan lewat beberapa metode: tarif tetap, tarif berdasarkan berat/volume/nilai order, tarif per zona wilayah, hingga integrasi langsung dengan penyedia jasa kurir. Data berat dan volume produk menjadi prasyarat penting agar aturan tarif otomatis dapat berjalan akurat.

Bagi distributor yang mengandalkan armada sendiri, komponen biaya seperti bahan bakar, perawatan kendaraan, upah sopir, dan penyusutan perlu dikumpulkan per kendaraan lalu dibagi jumlah pengiriman pada periode yang sama. Perbandingan antara ongkos riil ini dengan tarif yang dibebankan ke pelanggan kerap mengungkap selisih yang sebelumnya tidak terlihat, dan menjadi dasar bagi sejumlah distributor untuk menata ulang rute atau menyerahkan wilayah tertentu ke jasa pihak ketiga.

i2C Studio, Odoo Silver Partner yang berbasis di Bandung, mendampingi penerapan sistem ini mulai dari audit alur kerja distribusi di lapangan sebelum konfigurasi tarif disusun.

Catatan Redaksi. Landed cost adalah metode akuntansi yang memasukkan semua biaya memperoleh barang, termasuk ongkos angkut pembelian, pajak, dan biaya gudang, ke dalam nilai persediaan, bukan dicatat sebagai beban terpisah. Dengan begitu, harga pokok barang sudah mencerminkan biaya sesungguhnya sejak masuk gudang, sementara ongkos kirim ke pelanggan tetap dihitung belakangan sebagai beban penjualan yang bisa dibandingkan antar order.

Sumber: i2C Studio.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan