
Ducking.id, platform jasa impor dari China yang telah beroperasi sejak 2013, memperkuat posisinya sebagai layanan impor borongan dan B2B bagi UMKM, reseller, pemilik brand, hingga perusahaan. Perusahaan ini tetap mempertahankan layanan jasa titip (jastip) sebagai pintu masuk bagi importir pemula, namun kini menyatukannya dengan layanan pembelian grosir dari marketplace B2B China seperti 1688 dan Alibaba, serta dari Taobao, Tmall, dan AliExpress dalam satu alur yang sama.
Langkah ini diklaim sejalan dengan makin besarnya peran China sebagai sumber pasokan barang bagi Indonesia. Mengutip data Badan Pusat Statistik, China tercatat sebagai mitra dagang utama Indonesia dengan pangsa sekitar 36 persen dari total impor nasional pada 2025. Di sektor nonmigas, impor dari China bahkan naik 19,57 persen dan menyumbang 41,6 persen dari total impor nonmigas sepanjang tahun tersebut.
Baca juga:
Dari Jastip ke Impor Rutin
Sovia, Import Consultant Ducking.id, menyebut banyak pelanggan memulai dari belanja pertama lewat jasa titip sebelum berkembang menjadi reseller atau pemilik brand yang rutin melakukan impor borongan setiap bulan. Menurutnya, kebutuhan pelanggan berubah seiring pertumbuhan bisnis: importir pemula umumnya membutuhkan proses sederhana dan pendampingan memilih barang, sementara bisnis yang lebih besar menghadapi tantangan lain seperti menjaga konsistensi kualitas barang, pembayaran ke supplier dalam mata uang RMB, komunikasi berbahasa Mandarin, hingga efisiensi ongkos kirim dari beberapa supplier sekaligus.
Untuk menjawab itu, Ducking.id merancang satu alur layanan yang mencakup pemesanan dari marketplace China tanpa perlu akun atau kemampuan bahasa Mandarin, pembayaran dalam Rupiah yang dikonversi ke RMB, konsolidasi pesanan dari beberapa supplier agar ongkos kirim lebih efisien, pemeriksaan barang sebelum dikirim, serta pengurusan pengiriman dan kepabeanan hingga barang tiba di Indonesia.
“Kami ingin pelanggan tidak perlu mencari layanan baru setiap kali bisnisnya naik kelas. Yang hari ini baru mencoba impor pertama kali, besok bisa restock borongan di tempat yang sama,” ujar Sovia, menegaskan posisi Ducking.id sebagai mitra impor jangka panjang bagi pelaku usaha di berbagai skala.
Catatan Redaksi. 1688 dan Alibaba melayani pembelian grosir langsung ke pabrik atau distributor di China dengan harga per satuan lebih rendah untuk volume besar, berbeda dari Taobao, Tmall, dan AliExpress yang lebih ditujukan untuk pembelian eceran. Karena transaksi di platform-platform itu umumnya memakai bahasa Mandarin dan mata uang RMB, jasa seperti ini berperan sebagai perantara pemesanan, konversi pembayaran, hingga konsolidasi kiriman dari beberapa penjual sekaligus sebelum barang masuk lewat proses kepabeanan di Indonesia.
Sumber: Ducking.id.





