
Sejumlah pemimpin perusahaan kecerdasan buatan (AI) terbesar di dunia menyerukan agar laju pengembangan teknologi tersebut tidak dilakukan tanpa batas. Pernyataan ini memicu kekhawatiran investor dan menekan saham-saham teknologi yang selama beberapa tahun terakhir menjadi motor utama reli pasar global.
Seruan dari Petinggi Anthropic dan OpenAI
CEO Anthropic, Dario Amodei, menjadi salah satu tokoh paling vokal dengan menyerukan perlambatan pengembangan AI generasi terdepan agar perusahaan, pemerintah, dan peneliti punya cukup waktu memastikan sistem AI dikembangkan secara lebih aman. Amodei bahkan memperingatkan bahwa kemampuan model AI yang berkembang sangat cepat dapat menimbulkan risiko yang sulit dikendalikan, termasuk potensi sistem AI mengambil alih aktivitas internet bila tidak dikelola dengan baik. Seruan ini mendapat dukungan dari CEO OpenAI Sam Altman dan Elon Musk, dengan Altman mendorong penggunaan evaluator independen untuk menilai keamanan model sebelum dikembangkan lebih jauh.
Saham Teknologi dan Rantai Pasok AI Tertekan
Kekhawatiran atas kemungkinan perlambatan AI langsung berdampak ke sentimen pasar. Di Asia, saham SoftBank terkoreksi tajam sekitar 13,2%, sementara produsen semikonduktor seperti Kioxia dan SK Hynix ikut tertekan. Di Eropa, saham ASML turun sekitar 4%. Tekanan ini menunjukkan investor tidak hanya mencermati perusahaan pembuat model AI, tetapi juga seluruh rantai pasok yang selama ini diuntungkan oleh lonjakan investasi AI, mulai dari chip, pusat data, hingga cloud computing.
Ancaman bagi Tren “AI Trade”
Fenomena ini berpotensi mengubah pola investasi yang dikenal sebagai AI trade, di mana investor memburu saham-saham yang dianggap diuntungkan dari ledakan AI seperti Nvidia hingga perusahaan energi dan pusat data. Jika pengembangan AI melambat karena alasan keamanan atau regulasi, asumsi pertumbuhan agresif yang selama ini mendasari valuasi saham-saham tersebut bisa kembali dipertanyakan investor.
Meski demikian, seruan untuk lebih berhati-hati bukan berarti industri AI akan berhenti berkembang. Anthropic sendiri disebut masih mencatat profitabilitas yang meningkat dan tengah mempersiapkan rencana penawaran umum perdana (IPO) di bursa Nasdaq, sementara OpenAI terus mengembangkan produk AI untuk konsumen dan perusahaan. Fokus pasar ke depan diperkirakan bergeser dari sekadar kecepatan pengembangan AI menuju seberapa aman, efisien, dan menguntungkan teknologi itu diterapkan secara berkelanjutan.
Sumber: Nanovest.





