
Tren memperbarui hunian yang sudah dimiliki kini semakin diminati masyarakat, mengalahkan kecenderungan membeli rumah baru. Renovasi dapur, pembaruan interior, penggantian perangkat elektronik yang lebih hemat energi, hingga pemasangan perangkat smart home menjadi kebutuhan yang makin umum. Selain itu, sebagian masyarakat juga mulai beralih ke kendaraan listrik sebagai bagian dari upaya efisiensi hidup sehari-hari.
Kebutuhan semacam itu umumnya memerlukan dana yang tidak sedikit sehingga menuntut perencanaan keuangan yang matang. Jika direncanakan dengan tepat, pembaruan tersebut tidak hanya meningkatkan kenyamanan tetapi juga dapat menambah nilai aset yang dimiliki.
Baca juga:
- BRI Finance Cetak Laba Naik 91,2% di Semester I 2026
- BRI Flash, Dana Tunai Jaminan Kendaraan Bunga Mulai 0,73%
Kebutuhan Konsumtif yang Lebih Terukur
Corporate Secretary BRI Finance, Aditia Fakhri Ramadhani, menilai tren ini menunjukkan masyarakat semakin mempertimbangkan manfaat jangka panjang sebelum mengeluarkan biaya untuk rumah maupun kendaraan. Menurutnya, masyarakat kini lebih selektif memakai dana untuk kebutuhan konsumtif, baik untuk renovasi rumah, penggantian perangkat elektronik yang lebih efisien, maupun peralihan ke kendaraan listrik, selama disesuaikan dengan kemampuan finansial masing-masing.
BRI Flash, Dana Multiguna Berjaminan BPKB
Untuk mendukung kebutuhan tersebut, BRI Finance menawarkan produk pembiayaan bernama BRI Flash yang dapat digunakan untuk berbagai keperluan, mulai dari renovasi rumah, pembelian furnitur, perangkat elektronik, hingga kebutuhan konsumtif lain. Produk ini menawarkan tenor hingga empat tahun dengan suku bunga mulai 0,72% per bulan. Dengan menjaminkan BPKB kendaraan, nasabah bisa memperoleh pencairan dana hingga 90% dari nilai kendaraan atau maksimal Rp500 juta, sesuai ketentuan yang berlaku.
Aditia menambahkan bahwa BRI Finance ingin menghadirkan solusi pembiayaan yang mudah diakses dan fleksibel agar masyarakat dapat mewujudkan berbagai rencana secara lebih terukur, termasuk peningkatan kualitas hidup, tanpa mengorbankan kondisi keuangan yang sehat.
Catatan Redaksi. Pembiayaan dengan jaminan BPKB berarti nasabah menyerahkan sertifikat kepemilikan kendaraan sebagai agunan tanpa harus melepas kendaraannya, berbeda dari kredit tanpa agunan yang biasanya berbunga lebih tinggi karena risiko bagi pemberi dana lebih besar. Suku bunga 0,72% per bulan bersifat flat, sehingga total bunga dihitung dari pokok pinjaman awal secara tetap tiap bulan, bukan menyusut mengikuti sisa utang seperti pada skema bunga efektif.
Sumber: BRI Finance.





