Saham Palantir dan Apple Jadi Sorotan Investor Teknologi AS 2026

Saham Palantir dan Apple Jadi Sorotan Investor Teknologi AS 2026
Ilustrasi (AI)

Saham-saham teknologi Amerika Serikat kembali menarik perhatian investor menjelang pekan kedua September 2026. Dua nama yang paling disorot adalah Palantir Technologies (PLTR) dan Apple (AAPL), yang masing-masing membawa katalis berbeda: perluasan bisnis kecerdasan buatan (AI) di satu sisi, dan rencana peluncuran produk baru di sisi lain.

Kuartal Kuat Palantir Berkat Permintaan AI

Palantir mencatat salah satu kuartal terbaik sepanjang sejarah perusahaan. Pada kuartal kedua 2026, pendapatannya mencapai US$1,935 miliar, naik 93% dibanding tahun sebelumnya, dengan bisnis di Amerika Serikat tumbuh 115% menjadi US$1,573 miliar. Pendapatan komersial AS melonjak 149% secara tahunan, sedangkan segmen pemerintah AS naik 90%. Perusahaan juga membukukan commercial bookings AS senilai US$2,132 miliar serta adjusted free cash flow US$1,22 miliar dengan margin 63%.

Bacaan Lainnya

Momentum ini diperkuat oleh perluasan kerja sama dengan PwC U.S. yang diumumkan pada 3 September 2026, mencakup pengembangan platform transaksi berbasis AI menggunakan Foundry dan Palantir AI Platform untuk kebutuhan merger, akuisisi, dan modernisasi sistem ERP perusahaan. Palantir sebelumnya juga telah menjalin kemitraan dengan Nvidia dan Angkatan Darat AS. Meski fundamentalnya kuat, kapitalisasi pasar Palantir yang sudah mencapai sekitar US$419 miliar membuat sejumlah investor tetap mencermati valuasinya.

Apple Bersiap Umumkan Produk Baru

Di sisi lain, perhatian pasar juga tertuju pada Apple yang menggelar acara peluncuran bertajuk “Surprise and Shine” pada 9 September 2026 — momen penting karena menjadi peluncuran produk besar pertama di bawah kepemimpinan CEO baru, John Ternus. Apple diperkirakan memperkenalkan iPhone 18 Pro dan iPhone 18 Pro Max, dengan rumor kuat mengenai kemungkinan hadirnya iPhone lipat pertama Apple. Sepanjang 2026, saham Apple telah naik hampir 21% secara year-to-date, mengungguli kinerja pasar secara umum.

Palantir dan Apple menunjukkan dua pendekatan berbeda dalam merespons perkembangan AI: Palantir menyediakan platform data dan kecerdasan buatan langsung bagi korporasi dan pemerintah, sementara Apple mengandalkan ekosistem hardware-software sambil berupaya menghadirkan kategori produk baru. Analis mengingatkan bahwa performa bisnis yang kuat tidak selalu berbanding lurus dengan kenaikan harga saham, sehingga valuasi, kondisi pasar, dan risiko tetap perlu dipertimbangkan sebelum mengambil keputusan investasi.

Sumber: Nanovest.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan