
PT Pelindo Multi Terminal Branch Parepare mencatat kenaikan tajam arus curah cair sepanjang periode hingga Juli 2026. Volume yang tercatat mencapai 5.637 ton, jauh melampaui capaian periode yang sama tahun sebelumnya yang hanya sebesar 1.500 ton. Komoditas aspal menjadi kontributor utama dalam kegiatan curah cair tersebut.
Selain volume yang meningkat, produktivitas layanan bongkar muat di pelabuhan tersebut juga tercatat membaik, dengan capaian 1.746 ton per kapal per hari.
Baca juga:
- Pelindo Parepare Awasi Ketat Kendaraan Masuk Dermaga
- Pelindo Parepare Siagakan Layanan Pelabuhan Jelang Iduladha 2026
Fokus pada Kualitas Layanan
Plh. Branch Manager Pelindo Multi Terminal Parepare, Burhan Bustan, mengatakan capaian ini menjadi pendorong bagi perusahaan untuk terus meningkatkan produktivitas dan kualitas layanan kepada pengguna jasa. Ia menyebut pihaknya berupaya memastikan proses bongkar muat berjalan optimal demi mendukung kelancaran distribusi komoditas di wilayah Parepare dan sekitarnya.
Burhan menambahkan, peningkatan kinerja tersebut tidak lepas dari koordinasi yang baik antara perusahaan, pengguna jasa, dan berbagai pihak terkait, dengan tetap mengutamakan aspek keselamatan dan kepatuhan terhadap standar operasional.
Perusahaan menyebut optimalisasi layanan di Pelabuhan Parepare diharapkan memberi nilai tambah bagi aktivitas perdagangan serta kebutuhan industri dan masyarakat setempat, sejalan dengan agenda strategis Danantara Indonesia dalam memperkuat konsistensi layanan BUMN dan menjaga kelancaran arus logistik nasional.
Catatan Redaksi. Curah cair merujuk pada komoditas cair yang diangkut dan dibongkar dalam jumlah besar tanpa kemasan, seperti aspal cair atau bahan kimia, biasanya lewat pipa ke tangki timbun di pelabuhan. Angka produktivitas ton per kapal per hari menjadi indikator umum efisiensi bongkar muat, semakin tinggi angkanya berarti waktu sandar kapal untuk membongkar muatan semakin singkat.
Sumber: PT Pelindo Multi Terminal.





