Investasi Emas untuk Bekal Pensiun, Bisa atau Tidak?

Investasi Emas untuk Bekal Pensiun, Bisa atau Tidak?
Ilustrasi (AI)

Menyiapkan dana pensiun sejak usia produktif membuka lebih banyak pilihan strategi keuangan, salah satunya lewat emas. Sebagai instrumen penyimpan nilai, emas kerap dilirik untuk tujuan keuangan jangka panjang, meski harganya tetap berfluktuasi dan tidak menjanjikan imbal hasil tetap seperti deposito.

Emas Sebagai Bagian dari Strategi, Bukan Satu-satunya

Emas paling efektif digunakan sebagai salah satu komponen dalam rencana pensiun, bukan sumber dana tunggal. Orang yang masih memiliki waktu 15-20 tahun sebelum pensiun bisa mengalokasikan dana secara bertahap dan rutin, alih-alih membeli dalam jumlah besar sekaligus. Diversifikasi ke instrumen lain tetap disarankan agar rencana keuangan tidak bergantung pada pergerakan satu jenis aset saja.

Bacaan Lainnya

Baca juga:

Mulai dari Nominal Kecil

Bagi pemula, investasi emas bisa dimulai dengan nominal kecil dan rutin, misalnya Rp100 ribu per bulan yang dalam setahun terkumpul sekitar Rp1,2 juta (belum memperhitungkan perubahan harga). Nominal ini bisa disesuaikan seiring perubahan kondisi keuangan, dengan catatan dana kebutuhan pokok dan darurat harus tetap terpenuhi lebih dulu sebelum dialokasikan untuk emas.

Hal yang Perlu Diperhatikan

Sebelum menjadikan emas sebagai bekal pensiun, ada beberapa hal yang perlu dicermati: menghitung target dana pensiun berdasarkan kebutuhan hidup di masa depan, tidak menaruh seluruh dana pada emas, memahami risiko fluktuasi harga, memperhitungkan selisih harga beli-jual, serta mengevaluasi portofolio secara berkala.

Sebagai gambaran opsi digital, layanan seperti Neo Emas di aplikasi neobank milik PT Bank Neo Commerce Tbk memungkinkan pembelian dan penjualan emas secara digital melalui mitra Lakuemas dan Treasury, dengan nominal pembelian mulai dari Rp10.000 tanpa perlu menyimpan emas fisik. Seperti instrumen investasi lainnya, produk ini tetap mengandung risiko sehingga calon nasabah disarankan membaca syarat dan ketentuan yang berlaku sebelum bertransaksi.

Sumber: PT Bank Neo Commerce Tbk.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan