PTPN IV PalmCo Salurkan 1.500 Bibit Nanas ke Dua Desa Jambi

PTPN IV PalmCo Salurkan 1.500 Bibit Nanas ke Dua Desa Jambi
Ilustrasi (AI)

PTPN IV PalmCo, subholding dari Holding Perkebunan PTPN III (Persero), menyalurkan 1.500 bibit nanas siap tanam kepada masyarakat di Kecamatan Mendahara, Kabupaten Tanjung Jabung Timur, Provinsi Jambi. Bantuan ini menyasar warga yang tinggal di sekitar wilayah operasional lahan gambut perusahaan.

Bibit dibagikan secara proporsional, yakni 1.000 bibit untuk warga Desa Merbau dan 500 bibit untuk warga Desa Sungai Tawar. Program ini berjalan di bawah payung Desa Mandiri Peduli Gambut (DMPG), inisiatif tanggung jawab sosial perusahaan yang menyasar wilayah bergambut.

Bacaan Lainnya

Baca juga:

Nanas Dipilih karena Cocok dengan Lahan Gambut

Komoditas nanas dipilih karena dinilai memiliki daya adaptasi baik terhadap tingkat keasaman tanah gambut, sekaligus memiliki nilai jual tinggi baik sebagai buah segar maupun produk olahan. Direktur Utama PTPN IV PalmCo, Jatmiko K. Santosa, menyebut program ini sebagai bagian dari strategi perusahaan memadukan operasional bisnis dengan pemberdayaan ekonomi warga dan pelestarian ekosistem gambut.

Warga penerima manfaat menyambut baik bantuan tersebut. Perwakilan warga Desa Merbau, Khairul Anwar, berharap hasil panen nanas kelak bisa menambah penghasilan keluarga. Kepala Desa Sungai Tawar, Bustanul Arifin, juga menyatakan kesiapan warganya untuk mengelola program agar berjalan sukses dan berdampak bagi perekonomian desa.

Bantuan bibit nanas ini melanjutkan sejumlah program pemberdayaan ekonomi PTPN IV PalmCo sebelumnya, seperti pelatihan pengolahan lele bagi 50 perempuan, kelas membuat kue gratis bagi 50 pelaku UMKM, hingga pembinaan sentra pandai besi di Kabupaten Kampar, Riau, yang berhasil meningkatkan kapasitas produksi hingga sepuluh kali lipat.

Catatan Redaksi. Lahan gambut umumnya bersifat asam dan miskin unsur hara, sehingga tidak semua tanaman bisa tumbuh baik di sana. Nanas termasuk tanaman yang toleran terhadap kondisi asam tersebut, itu sebabnya sering dipilih dalam program restorasi ekonomi di area gambut, selain menghindari praktik membakar atau mengeringkan lahan gambut secara berlebihan yang berisiko memicu kebakaran.

Sumber: PTPN IV PalmCo, Subholding PTPN III (Persero).

Pos terkait

Tinggalkan Balasan