
Sebanyak lebih dari 60 peserta internal Thursina International Islamic Boarding School (IIBS) mengikuti program AI for Everyone: Productivity Learning Batch 28 di Kampus Putra Thursina IIBS, Malang, pada 13 Agustus 2026. Kegiatan ini memberi pengalaman langsung bagi peserta untuk mengenal dan mencoba pemanfaatan Artificial Intelligence (AI) dalam mendukung proses belajar, mengembangkan ide, hingga menghasilkan karya kreatif.
Belajar dari Praktisi
Pelatihan menghadirkan dua mentor, M. Ziaelfikar Albaba dan Hari Obbie, dengan pendekatan berbasis praktik. Ziaelfikar menekankan pentingnya konsep Responsible AI, yakni penggunaan teknologi AI secara tepat dan bertanggung jawab dengan tetap mempertimbangkan batasan serta dampaknya. Sementara itu, Hari Obbie mengajak peserta memahami pemanfaatan generative AI untuk mendukung produktivitas dan proses kreatif, dengan penekanan pada pendampingan dan pengawasan yang sesuai.
Praktik Langsung dengan Berbagai Tools
Peserta mencoba sejumlah alat AI seperti ChatGPT, Gemini, Google Flow, CapCut, dan NotebookLM. NotebookLM digunakan untuk membantu membuat slide presentasi, sementara generative AI dimanfaatkan untuk mengembangkan ide dan konsep menjadi video kreatif. Dalam sesi praktik, peserta diberi keleluasaan menentukan konsep dan mengeksplorasi kreativitas masing-masing.
Telkom AI Center Malang berperan sebagai mitra yang mendukung terselenggaranya ruang pembelajaran AI ini. Batch 28 merupakan bagian dari AI Upskilling Program yang melibatkan Remote Skills Academy dan Nortis AI, serta bagian dari inisiatif AI Opportunity Funding: Asia Pacific yang digagas AVPN dengan dukungan Google.org dan Asian Development Bank (ADB), bersama ekosistem Telkom AI Center of Excellence.
Catatan Redaksi. NotebookLM adalah alat AI dari Google yang bekerja berbeda dari chatbot biasa, jawabannya didasarkan langsung pada dokumen atau sumber yang diunggah pengguna, sehingga cocok dipakai menyusun ringkasan atau slide dari materi tertentu tanpa mengarang informasi di luar sumber itu. Konsep Responsible AI sendiri merujuk pada praktik memakai teknologi ini dengan pengawasan manusia dan verifikasi hasil, bukan sekadar menerima keluaran AI apa adanya.
Sumber: Telkom AI Center Malang.





