
PT BRI Multifinance Indonesia (BRI Finance) menyatakan masih melihat ruang pertumbuhan yang besar pada segmen pembiayaan produktif, seiring meningkatnya kebutuhan pelaku usaha untuk ekspansi dan memperkuat kapasitas operasional. Perusahaan menegaskan akan mengembangkan segmen ini secara selektif tanpa mengabaikan kualitas portofolio dan manajemen risiko.
Corporate Secretary BRI Finance, Aditia Fakhri Ramadhani, mengatakan pertumbuhan pembiayaan perlu diimbangi kemampuan mengelola risiko sejak proses penyaluran. Karena itu, perusahaan memperkuat proses underwriting, memantau kualitas portofolio secara berkala, dan menyesuaikan penyaluran dengan profil risiko serta prospek usaha debitur.
Peluang dari Target OJK
Data Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat porsi pembiayaan produktif perusahaan multifinance mencapai 44,47% dari total penyaluran per Juni 2026. Dalam Roadmap Pengembangan dan Penguatan Perusahaan Pembiayaan 2024-2028, OJK menargetkan porsi tersebut naik menjadi 46-48% pada periode 2026-2027, sebuah celah pertumbuhan yang ingin ditangkap BRI Finance.
Perusahaan menilai pembiayaan alat berat dan modal kerja (working capital) sebagai dua segmen dengan peluang pengembangan paling terbuka. Pembiayaan alat berat dinilai mendukung kebutuhan aset produktif, sementara modal kerja membantu menjaga kelancaran operasional bisnis nasabah.
Untuk memperkuat strategi tersebut, BRI Finance turut mengoptimalkan sinergi dengan ekosistem BRI Group guna memperluas akses pembiayaan dan menghadirkan solusi yang lebih relevan bagi nasabah. Ke depan, perusahaan menyatakan akan terus mengembangkan pembiayaan produktif secara terukur dengan penguatan pemantauan kualitas aset.
Sumber: PT BRI Multifinance Indonesia (BRI Finance).





