
PT Metrodata Electronics Tbk kembali menyelenggarakan Metrodata Solution Day (MSD) untuk ke-21 kalinya pada 2026, mengusung tema “Winning with AI: Build, Run, and Scale for Measurable Impact”. Tema ini menandai pergeseran fokus perusahaan dari sekadar mengadopsi teknologi AI menuju upaya mengubahnya menjadi nilai bisnis dan operasional yang nyata serta terukur.
Pergeseran tersebut sejalan dengan temuan IDC Info Snapshot bertajuk “From AI Spending to AI Value Creation” yang disusun bersama Metrodata. Laporan itu mencatat 56,7% organisasi di Indonesia berencana menaikkan anggaran Generative AI lebih dari 50%, jauh di atas rata-rata Asia Pasifik yang hanya 29,8%. Namun tingkat kematangan AI organisasi di Indonesia baru berada di angka 2,03 dari skala 5, masih tertinggal dibanding rata-rata regional maupun global.
Tiga Tahap: Build, Run, Scale
Presiden Direktur Metrodata, Susanto Djaja, mengatakan Indonesia telah membuktikan diri sebagai salah satu pasar dengan kecepatan adopsi AI tertinggi di kawasan, namun kini yang menjadi ukuran keberhasilan bukan lagi kecepatan adopsi melainkan dampak nyata yang dihasilkan. Ia menekankan pentingnya disiplin, tata kelola, dan akuntabilitas dalam setiap investasi AI. Konsep Build, Run, and Scale yang diusung menggambarkan tahapan implementasi AI di lingkungan enterprise: Build untuk kesiapan data dan arsitektur, Run untuk pengelolaan operasional dan keamanan, serta Scale untuk perluasan pemanfaatan AI ke berbagai fungsi bisnis.
Ajang ini menghadirkan lebih dari 30 mitra teknologi global melalui keynote, diskusi eksekutif, dan sesi tematik seputar AI, cloud, keamanan siber, analitik data, infrastruktur modern, hingga aplikasi enterprise. Sejumlah mitra global turut membagikan pandangan mereka, di antaranya Microsoft, Google Cloud, Cloudera, Anaplan, Red Hat, Salesforce, dan Palo Alto Networks, yang menyoroti pentingnya tata kelola data, keamanan, serta integrasi AI ke dalam alur kerja sehari-hari agar investasi teknologi benar-benar membuahkan hasil bisnis.
Melalui forum tahunan ini, Metrodata berupaya memperkuat kolaborasi dengan ekosistem teknologi global untuk membantu organisasi di Indonesia mengonversi investasi AI menjadi nilai bisnis yang nyata, terukur, dan berkelanjutan.
Catatan Redaksi. Skor kematangan AI seperti 2,03 dari skala 5 yang disebut di atas biasanya diukur dari sejauh mana organisasi punya data siap pakai, tata kelola, keamanan, dan proses kerja yang sudah terintegrasi dengan AI, bukan sekadar sudah memakai chatbot atau alat AI tertentu. Karena itu, kenaikan anggaran belum otomatis berarti hasil bisnis yang lebih baik, sebab tahap membangun fondasi data dan sistem biasanya harus selesai lebih dulu sebelum manfaatnya terasa luas.
Sumber: PT Metrodata Electronics Tbk.





