BP Tapera Dekatkan KPR FLPP ke UMKM di Bazar Pesona Merdeka 2026

BP Tapera Dekatkan KPR FLPP ke UMKM di Bazar Pesona Merdeka 2026
Ilustrasi (AI)

Badan Pengelola Tabungan Perumahan Rakyat (BP Tapera) memperluas edukasi dan akses pembiayaan perumahan bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR), termasuk pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), lewat Bazar Pesona Merdeka 2026. Acara yang digelar Dharma Wanita Persatuan Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) di M Bloc Space, Jakarta ini menjadi ajang bagi BP Tapera untuk mendekatkan informasi program KPR Sejahtera FLPP kepada masyarakat.

Komisioner BP Tapera Heru Pudyo Nugroho mendampingi Menteri PKP Maruarar Sirait berinteraksi langsung dengan para pelaku UMKM yang hadir, mulai dari pengusaha kreatif, barista, pekerja yayasan pendidikan, hingga perajin produk mandiri. Salah satu peserta bahkan mengembangkan karya lukis anaknya yang merupakan penyandang autisme menjadi produk bernilai ekonomi.

Bacaan Lainnya

Heru menyebut keterlibatan BP Tapera dalam acara ini sebagai upaya mendekatkan informasi pembiayaan rumah pertama kepada kelompok yang selama ini kurang terjangkau, termasuk pelaku UMKM dan masyarakat berpenghasilan rendah. Menurutnya, tercatat 89 orang mendaftar untuk memperoleh informasi dan akses pembiayaan perumahan dalam kegiatan tersebut.

Realisasi FLPP Nasional

Berdasarkan data BP Tapera per 19 Agustus 2026, penyaluran KPR Sejahtera FLPP sepanjang tahun berjalan telah mencapai 131.516 unit rumah dengan total pembiayaan Rp16,36 triliun, menjangkau 36 provinsi di Indonesia. Angka ini masih menyisakan ruang cukup besar dari kuota FLPP 2026 yang ditetapkan sebanyak 350.000 unit. Jawa Barat tercatat sebagai provinsi dengan realisasi terbesar, yakni 31.229 unit atau 23,75 persen dari total penyaluran, dengan nilai pembiayaan sekitar Rp3,93 triliun.

Selain menjadi sarana edukasi pembiayaan perumahan, Bazar Pesona Merdeka 2026 juga membuka ruang bagi pelaku UMKM, pengusaha muda, dan pengusaha muda penyandang disabilitas untuk memasarkan produk mereka. Menteri PKP turut memberikan motivasi kepada para peserta agar tidak mudah menyerah dalam mengembangkan usaha.

Catatan Redaksi. FLPP adalah skema KPR bersubsidi pemerintah untuk masyarakat berpenghasilan rendah, dengan bunga tetap rendah sekitar 5 persen sepanjang tenor dan uang muka ringan, berbeda dari KPR komersial yang bunganya mengikuti pasar. BP Tapera bertugas menyalurkan dana FLPP ini melalui bank pelaksana, sehingga kuota tahunan yang ditetapkan pemerintah menjadi acuan berapa banyak rumah bersubsidi yang bisa dibiayai dalam setahun.

Sumber: Badan Pengelola Tabungan Perumahan Rakyat (BP Tapera).

Pos terkait

Tinggalkan Balasan