Huawei AIFW: Firewall Berbasis AI untuk Keamanan Korporat 2026

Huawei AIFW: Firewall Berbasis AI untuk Keamanan Korporat 2026

Huawei memperkenalkan dokumen teknis bertajuk Huawei AIFW Technical White Paper untuk kawasan Asia Pasifik dalam ajang Huawei Network Summit (HNS) 2026 Asia Pacific yang berlangsung di Bali. Dokumen ini memaparkan arah pengembangan teknologi firewall bertenaga kecerdasan buatan atau Automatic Integrity Firewall (AIFW) sekaligus menjadi panduan bagi perusahaan yang ingin memperkuat sistem pertahanan siber di era AI.

Peluncuran ini dihadiri sejumlah tokoh, di antaranya Slamet Aji Pamungkas selaku Deputi Bidang Keamanan Siber dan Ekonomi Kripto Badan Siber dan Sandi Nasional (BSSN), Wang Yidong dari Huawei Asia Pacific ICT Marketing & Solution Sales, serta Richard Wu, Presiden Security Product Domain Data Communication Product Line Huawei.

Bacaan Lainnya

Menjawab Keterbatasan Firewall Konvensional

Huawei menyoroti bahwa serangan siber kini berevolusi dari aktivitas manual menjadi operasi otomatis dan berskala besar seiring perkembangan teknologi AI. Firewall tradisional yang mengandalkan aturan statis dinilai kesulitan menghadapi ancaman baru seperti alur kerja dinamis dan perubahan kebijakan keamanan yang cepat. Arsitektur AIFW dirancang untuk menutup celah tersebut lewat prinsip keandalan, deteksi cerdas, pertahanan waktu nyata, dan operasi otonom.

Deteksi Ancaman hingga Otomasi Kebijakan

White paper tersebut merinci sejumlah kemampuan teknis, mulai dari deteksi phishing inline, identifikasi domain berbahaya, inspeksi trafik terenkripsi, hingga pertahanan terhadap prompt injection. Selain itu, sistem dilengkapi asisten keamanan berbasis AI yang dapat menyusun dan memperbarui kebijakan keamanan secara otomatis menggunakan grafik semantik, sehingga operasi keamanan bergeser dari pengelolaan manual menjadi otonom.

Menurut Huawei, arsitektur AIFW ditujukan untuk berbagai skenario penggunaan seperti pengamanan agen AI di lingkungan kerja, akses aman kantor cabang melalui SASE, hingga operasional Security Operation Center (SOC). Ke depan, Huawei menyebut akan mengembangkan AIFW menjadi pusat intelijen keamanan terpadu guna mendukung infrastruktur berbasis agen AI yang terus berkembang.

Sumber: Huawei.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan