
Universitas Pelita Harapan (UPH) resmi menutup rangkaian UPH Festival 2026 pada 15 Agustus 2026. Hari terakhir festival mengusung tema “Called: Why Am I Here?”, mengajak mahasiswa baru memaknai pendidikan tinggi bukan sekadar bekal menuju profesi, melainkan juga proses menemukan dan menjalani panggilan hidup.
Tema ini menjadi penutup dari rangkaian tiga hari festival yang membawa mahasiswa baru mengenal identitas diri sebagai pribadi yang diciptakan segambar dengan Allah (Imago Dei), memahami tantangan dunia, hingga merefleksikan bagaimana talenta mereka dapat digunakan untuk melayani dan memberi dampak bagi sesama.
Lari Bersama dan Diskusi soal AI
Hari ketiga dibuka dengan Founder’s 5K Run, tradisi tahunan UPH yang mempertemukan mahasiswa baru, dosen, staf, dan pimpinan universitas dalam lari sejauh lima kilometer mengelilingi kawasan Lippo Village dengan pesan “Finish What You Start”. Limson Axel Wijaya dari Program Studi International Teachers College (ITC) tercatat sebagai finisher pertama dengan waktu 29 menit, sementara Alice Luo, mahasiswi asal Tiongkok dari prodi yang sama, menjadi finisher tercepat kategori perempuan dengan catatan 34 menit.
Setelah sesi lari, mahasiswa baru mengikuti diskusi bertajuk “AI Will Change Everything. Will It Change You?” bersama Dr. Niel Nielson, Senior Advisor Yayasan Pendidikan Pelita Harapan. Ia mengingatkan bahwa meski kecerdasan buatan dapat mengubah berbagai profesi, teknologi tersebut tetap perlu digunakan secara kritis dan bertanggung jawab karena tidak dapat menggantikan nilai moral maupun relasi antarmanusia.
Menemukan Panggilan dan Perayaan Penutup
Pesan tentang panggilan hidup diperdalam lewat sesi “Called & Life That Matters” yang dibawakan Dr. Andry M. Panjaitan, Associate Vice President Student Development, Alumni, and Corporate Relations UPH. Ia menekankan lima prinsip bagi mahasiswa, di antaranya memandang panggilan hidup lebih besar dari sekadar karier, menjadikan tantangan sebagai proses bertumbuh, dan menggunakan talenta untuk memberi dampak bagi sesama serta bangsa.
Rangkaian festival ditutup dengan Imago Dei Celebration Concert and Fireworks yang diramaikan penampilan UPH Choir dan Fakultas Musik. Dalam sambutannya, Rektor UPH Dr. (Hon.) Jonathan L. Parapak berharap festival ini menjadi bekal bagi mahasiswa baru untuk memasuki Tahun Akademik 2026/2027 dengan sukses.
Catatan Redaksi. Imago Dei adalah istilah teologis Kristen yang berarti manusia diciptakan menurut gambar dan rupa Allah, sehingga memiliki martabat dan tujuan hidup yang melampaui sekadar capaian karier. Konsep pendidikan berbasis panggilan hidup atau calling ini lazim ditemukan di universitas berlandaskan iman, yang memadukan pengembangan akademik dengan pembentukan karakter dan nilai spiritual mahasiswa.
Sumber: Universitas Pelita Harapan.





