Barantum Masuk Daftar Pemain Utama CRM di Indonesia

Barantum Masuk Daftar Pemain Utama CRM di Indonesia

Persaingan penyedia layanan customer relationship management (CRM) di Indonesia semakin ramai seiring meningkatnya kebutuhan bisnis untuk mengelola pelanggan dan penjualan secara digital. Di tengah dominasi vendor teknologi global, sejumlah penyedia CRM lokal mulai mendapat tempat, salah satunya Barantum.

Pasar CRM Diproyeksikan Tumbuh Dua Digit

Berdasarkan laporan Mordor Intelligence, nilai pasar CRM Indonesia diperkirakan mencapai USD 205,47 juta pada 2026 dan diproyeksikan naik menjadi USD 346,58 juta pada 2031, dengan pertumbuhan tahunan (CAGR) sekitar 11,02 persen. Solusi berbasis cloud disebut mendominasi 61,3 persen pangsa pasar pada 2025, sementara segmen bisnis kecil dan menengah menyumbang 57,4 persen dari total pasar.

Bacaan Lainnya

Barantum Tercatat sebagai Salah Satu Pemain Industri

Dalam laporan berjudul Indonesia CRM Software Market tersebut, Barantum masuk dalam daftar Indonesia CRM Software Industry Leaders bersama sejumlah nama besar seperti Salesforce, Oracle, Zoho, Microsoft Dynamics 365, HubSpot, Pipedrive, dan Mekari Qontak. Barantum juga disebut dalam bagian competitive landscape yang memetakan pemain global maupun lokal di industri ini. Mordor Intelligence mencatat, jika vendor global umumnya unggul dari sisi skala dan ekosistem teknologi, pemain lokal seperti Barantum dinilai memiliki pendekatan yang lebih dekat dengan kebutuhan spesifik bisnis di Indonesia.

Layanan Terintegrasi untuk Bisnis

Barantum memposisikan diri sebagai platform CRM berbasis cloud yang menggabungkan sejumlah layanan dalam satu sistem, mulai dari WhatsApp CRM, omnichannel, broadcast pesan, chatbot, AI agent, hingga call center. Melalui integrasi ini, perusahaan mengklaim bisnis dapat mengelola data pelanggan, pipeline penjualan, aktivitas tim, follow-up, hingga layanan pelanggan di berbagai kanal komunikasi dalam satu platform yang sama.

Catatan Redaksi. CAGR atau compound annual growth rate adalah rata-rata pertumbuhan tahunan suatu pasar dengan asumsi kenaikan berlipat setiap tahun, bukan sekadar angka datar, sehingga proyeksi USD 205,47 juta menjadi USD 346,58 juta itu mencerminkan tren jangka menengah, bukan target pasti. CRM berbasis cloud sendiri berarti data pelanggan dan penjualan disimpan di server penyedia layanan dan diakses lewat internet, bukan dipasang di komputer kantor, sehingga tim bisa memantau pipeline penjualan dari mana saja tanpa instalasi khusus di tiap perangkat.

Sumber: Barantum.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan