Saham Apple Masuki Fase Baru, Laba Jadi Kunci Penggerak

Saham Apple Masuki Fase Baru, Laba Jadi Kunci Penggerak
Ilustrasi (AI)

Saham Apple (AAPL) memasuki babak baru di tengah kombinasi pertumbuhan bisnis yang masih solid dan valuasi yang kian mahal. Kapitalisasi pasar perusahaan sempat menembus sekitar US$5,04 triliun pada 28 Juli 2026 sebelum kembali turun di bawah level tersebut, menurut laporan Reuters. Dengan valuasi setinggi itu, ruang bagi saham Apple untuk terus naik hanya lewat ekspansi rasio harga saham dinilai semakin sempit.

Valuasi Kian Premium

Selama ini, kenaikan saham Apple ditopang tiga hal: pertumbuhan laba, program buyback, dan ekspansi valuasi. Pada semester pertama tahun fiskal 2026, Apple membeli kembali sekitar 135 juta saham senilai US$36 miliar, dan pada April 2026 dewan direksi mengesahkan tambahan buyback hingga US$100 miliar. Namun pada pertengahan Juli, saham Apple sudah diperdagangkan pada forward P/E sekitar 34,8 kali dan trailing P/E sekitar 40 kali, level yang mencerminkan ekspektasi tinggi investor terhadap prospek pertumbuhannya.

Bacaan Lainnya

Fundamental Masih Kuat

Dari sisi kinerja, Apple mencatat pendapatan US$111,2 miliar pada kuartal kedua tahun fiskal 2026, naik 17% secara tahunan, dengan laba per saham dilusian US$2,01 atau tumbuh 22%. Pada kuartal ketiga, pendapatan naik 16,4% menjadi US$109,42 miliar, ditopang penjualan iPhone yang melonjak 21,7% menjadi US$54,25 miliar dan penjualan Mac yang tumbuh hampir 29%. Basis pengguna aktif ekosistem Apple pun disebut telah melampaui 2,5 miliar perangkat, modal penting untuk memperluas bisnis layanan.

AI Jadi Taruhan Pertumbuhan

Kemampuan Apple memonetisasi fitur kecerdasan buatan di iPhone, Mac, dan layanannya dipandang sebagai salah satu penentu prospek jangka panjang perusahaan. Namun tantangan tetap ada, mulai dari persaingan ketat di ranah AI hingga keterbatasan pasokan chip canggih. Apple sendiri memperkirakan pertumbuhan pendapatan kuartal September hanya berkisar 9%-11%, di bawah ekspektasi pasar sebesar 12%, sinyal bahwa mempertahankan pertumbuhan dua digit akan makin menantang seiring membesarnya skala bisnis.

Dengan valuasi yang sudah premium, fase berikutnya bagi saham Apple dinilai akan lebih bergantung pada kemampuan perusahaan mencetak pertumbuhan laba ketimbang kenaikan multiple valuasi semata. Kinerja iPhone, layanan, Mac, strategi AI, serta kelanjutan program buyback menjadi indikator yang perlu dicermati investor dalam menilai arah saham AAPL selanjutnya.

Sumber: Nanovest.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan