Bitcoin Rebound, Level US$66.500 Jadi Ujian Berikutnya

Bitcoin Rebound, Level US$66.500 Jadi Ujian Berikutnya

Pasar kripto menunjukkan tanda pemulihan pada pekan pertama Agustus 2026. Harga Bitcoin (BTC) bergerak di kisaran US$64.400–US$64.500 pada 6 Agustus, naik sekitar 1,1–1,5% dalam sepekan setelah sebelumnya sempat tertekan hingga menembus level US$64.000. Sepanjang pekan terakhir, BTC bergerak dalam rentang US$62.241 hingga US$65.305.

CEO dan Founder FLOQ, Yudhono Rawis, menilai kembalinya Bitcoin ke atas US$64.000 sebagai perkembangan positif meski pasar masih sensitif terhadap perubahan sentimen global. Menurutnya, tekanan yang terjadi akhir Juli mulai mereda, namun arah suku bunga The Fed, geopolitik, dan data ekonomi Amerika Serikat masih berpotensi memicu volatilitas dalam waktu dekat.

Read More

Ekspektasi Suku Bunga Mereda, Harga Minyak Turun Tajam

Salah satu pendorong pemulihan adalah menurunnya probabilitas kenaikan suku bunga The Fed pada September, dari 72,3% pada 29 Juli menjadi berkisar 57–62% di awal Agustus. Sentimen turut terbantu oleh koreksi harga minyak dunia setelah pembicaraan Iran-Oman soal Selat Hormuz dilaporkan memasuki tahap akhir. Harga minyak Brent turun sekitar 8,9% menjadi US$79,26 per barel, sementara WTI turun sekitar 8,4% ke kisaran US$75,16 per barel.

Yudho mengingatkan bahwa tren ini masih rentan berubah setelah rilis data tenaga kerja dan inflasi AS, termasuk laporan CPI Juli pada 12 Agustus dan PPI pada 13 Agustus.

Arus Dana ETF Kembali Positif

Dari sisi institusional, ETF Bitcoin mencatat inflow sekitar US$170,1 juta pada 3 Agustus, berbalik dari outflow US$265,4 juta pada 31 Juli, dengan IBIT sebagai kontributor utama sebesar US$111,4 juta. ETF Ethereum juga beralih dari outflow menjadi inflow sekitar US$53,1 juta pada 4 Agustus. Meski begitu, FLOQ menilai data dalam satu-dua hari masih terlalu dini untuk disebut tren stabil.

FLOQ mencatat US$62.241 sebagai level support penting Bitcoin, sementara area US$65.305 hingga US$66.500 menjadi zona resistance yang perlu dilewati untuk memperkuat momentum pemulihan. Yudho menekankan bahwa konfirmasi pemulihan tetap membutuhkan dukungan kondisi makro yang lebih stabil dan arus dana institusional yang konsisten.

Sumber: FLOQ.

Related posts

Leave a Reply