Smart Salary Perkuat Posisi HR Tech di DTI-Cx 2026

Smart Salary Perkuat Posisi HR Tech di DTI-Cx 2026

Smart Salary, penyedia teknologi human resources (HR) untuk perusahaan berskala besar, berpartisipasi dalam Digital Transformation Indonesia Conference & Expo (DTI-Cx) 2026 yang berlangsung pada 5-6 Agustus 2026 di Jakarta International Convention Center (JICC). Melalui booth bertema “Humanity and AI in HR Works”, perusahaan ini memperkenalkan ekosistem layanannya yang mencakup Enterprise HRIS, payroll, Earned Wage Access (EWA), hingga asisten kerja berbasis AI bernama Sally AI.

Menurut manajemen Smart Salary, semakin besar skala bisnis sebuah perusahaan, semakin kompleks pula pengelolaan sumber daya manusianya. Karena itu, perusahaan membutuhkan platform terintegrasi yang dapat mendukung operasional multi-entitas, memastikan kepatuhan terhadap regulasi, sekaligus mempercepat pengambilan keputusan berbasis data.

Read More

Layani Ratusan Perusahaan Besar

Smart Salary mengklaim telah dipercaya lebih dari 300 perusahaan dengan total lebih dari 500.000 karyawan di Indonesia. Salah satu kliennya, Indonesia Weda Bay Industrial Park (IWIP), menggunakan platform ini untuk mengelola payroll lebih dari 100.000 karyawan yang tersebar di sekitar 5.000 unit organisasi dengan berbagai kewarganegaraan dan rezim perpajakan. Klien lain, J&T Express, memanfaatkan Smart Salary untuk proses onboarding, mutasi karyawan, hingga payroll berskala nasional.

Sally AI, Asisten HR Berbasis Kecerdasan Buatan

Salah satu sorotan dalam pameran ini adalah Sally AI, asisten berbasis kecerdasan buatan yang dirancang membantu tim HR menyusun dokumen sesuai kebijakan perusahaan dan regulasi yang berlaku, memberikan rekomendasi kepatuhan, serta menjawab pertanyaan rutin karyawan. Smart Salary menyebut akan segera menghadirkan fitur Natural Language Workforce Analytics yang memungkinkan tim HR menganalisis data tenaga kerja hanya dengan mengetikkan pertanyaan berbahasa sehari-hari.

Chief Executive Officer Smart Salary, Simon Li, mengatakan langkah ini mencerminkan arah perusahaan untuk membangun ekosistem teknologi HR yang dapat tumbuh mengikuti kebutuhan organisasi di Asia Tenggara. “Kami percaya masa depan dunia kerja akan dimiliki oleh organisasi yang mampu menggabungkan potensi manusia dengan kekuatan AI,” ujarnya.

Sumber: Smart Salary.

Related posts

Leave a Reply