
Di tengah dinamika pasar yang meningkat, Valbury mengingatkan investor domestik akan pentingnya strategi diversifikasi yang memadukan aset defensif, komoditas, dan saham global. Menurut perusahaan, volatilitas pasar sebaiknya tidak disikapi dengan keluar dari pasar, melainkan menjadi momentum untuk membangun portofolio yang lebih seimbang dan tidak bertumpu pada satu jenis aset saja.
Komoditas sebagai Penyeimbang
Komoditas dinilai berperan sebagai penyeimbang ketika pasar saham terkoreksi atau ketika nilai tukar bergejolak. Meski begitu, karena volatilitasnya yang relatif tinggi, porsi komoditas dalam portofolio umumnya disarankan tidak terlalu dominan dan perlu disesuaikan dengan profil risiko serta jangka waktu investasi masing-masing investor.
Akses ke Saham Global
Saham global, terutama saham Amerika Serikat, dinilai memberi investor domestik akses ke perusahaan-perusahaan besar dan likuid di sektor teknologi, kesehatan, hingga energi yang pergerakannya tidak selalu searah dengan pasar dalam negeri. Sebagai ilustrasi, Valbury menyebut porsi eksposur saham global dapat disesuaikan bertahap sesuai profil risiko: investor konservatif pada kisaran 0-5% dari total portofolio, profil moderat 5-15%, dan profil agresif 15-25%. Angka-angka ini bersifat ilustratif, bukan patokan baku untuk semua orang.
Rebalancing dan Kebiasaan Praktis
Valbury menekankan bahwa indikator pasar yang umum dipantau investor bukan untuk mendorong perdagangan jangka pendek, melainkan sebagai konteks untuk menilai kapan komposisi portofolio mulai bergeser dari target sehingga perlu dilakukan rebalancing. Sejumlah kebiasaan lain yang disarankan antara lain melakukan pembelian bertahap saat pasar terkoreksi, menjaga likuiditas agar tidak terpaksa menjual aset di waktu yang kurang tepat, serta membatasi jumlah aset inti agar portofolio tetap mudah dipantau.
Tim riset Valbury Asia Futures menegaskan bahwa strategi ini sebaiknya dipahami sebagai bagian dari literasi keuangan, bukan jaminan hasil investasi tertentu. Perusahaan juga mengingatkan investor untuk selalu menggunakan platform resmi yang diawasi otoritas berwenang dan memahami bahwa setiap investasi mengandung risiko, termasuk risiko nilai tukar untuk aset dalam denominasi mata uang asing.
Sumber: Valbury.





