Ungkap Kearifan Lokal, Ending Bike Boys Disayangkan Menggantung

Agus hendak membantu Lilis (mantan pacarnya) mencari suaminya yang sudah 3 bulan tidak pulang dan tidak berkabar, Vespa Agus hilang diambil orang.

Bersama teman-temannya sesama anak Vespa, Agus keliling Bandung mencari Vespa miliknya dan juga suami Lilis, kemudian tanpa sengaja masuk ke dalam kasus yang melibatkan komplotan pencuri, geng motor sampai teroris dan polisi.

Mirip Preman Pensiun. Film Preman Pensiun yang tayang beberapa bulan lalu termasuk film sukses dengan perolehan penonton mencapai 1,1 juta di bioskop.

 

Berniat mengulangi kesuksesan yang sama, sutradara Aris Nugroho kembali membuat film terbarunya, Bike Boyz. Film keduanya ini rencananya akan tayang di seluruh bioskop tanah air mulai 14 November 2019 mendatang.

Film Bike Boyz diproduseri oleh Chand Parwer. Dia tertarik untuk memproduserinya setelah bertemu dan berbincang dengan Aris Nugroho dalam sebuah kesempatan. Pertemuan tersebut kemudian membuat keduanya tertarik untuk menghasilkan karya bersama.

 

Serunya karena kami sama-sama orang Sunda. Saya dari Tasikmalaya dan Kang Aris dari Garut. Obrolan dengan bahasa ibu membuat kami mudah nyambung,” ucap Parwez dalam jumpa pers di Epicentrum, Rasuna Said, Jakarta Selatan,

Parwez tertarik memproduseri film Bike Boyz karena mau mengangkat kearifan lokal dalam sebuah film. Aris Nugroho yang sukses dengan Preman Pensiun dianggapnya sebagai orang yang paling tepat diajaknya berkolaborasi.”Saya mau menghadirkan film dengan kearifan lokal. Saya merasa Kang Aris ini orang yang paling tepat,” ucapnya.

Di tempat yang sama Aris mengaku salut akan keberanian Parwez menginvestasikan dana yang lumayan besar untuk film terbarunya, Bike Boyz. Apalagi pemain-pemainnya bukan berasal dari kalangan artis terkenal

 

“Yang oke itu sebenarnya produser saya ini, dia mau membiayai saya dengan nilai besar, dengan pemain-pemain yang tidak menjual. Pemainnya tidak seperti film pada umumnya melibatkan artis dengan nama besar,” tuturnya.

Dalam kesempatan itu Aris juga sempat menyinggung alasan tidak menggandeng aktor dan aktris dengan nama besar di film ini. Katanya, dia khawatir logat khas Sunda yang ada di film Bike Boyz diucapkan dengan cara yang kurang tepat yang justru akan mengganggu telinga orang-orang, khususnya orang Sunda.

 

“Film itu kan memindahkan alam nyata ke alam layar. Orang Bandung ya begini. Orang kalau nonton film ini akan melihat kenyataan. Supaya saya tidak banyak PR atau mengganggu orang Sunda karena logat, intonasi, disampaikan dengan cara yang tidak tepat. Akhirnya saya pilih mereka ini,” ungkap Aris.

Sayangnya ending dari film tersebut tidak seperti yang diharapkan. Ceritanya banyak menggantung sehingga menimbulkan sejumlah perasaan yang tidak enak kepada penonton. Banyak pula ending seperti ini akan dilanjutkan pada seri yang kedua. Sayangnya ketika disinggung mengenai series berikut nya, baik Aris maupun Parwez enggan memberikan penjelasan.

Viu, BNI Syariah, VIVO, Grandkemang Jakarta, AMD, United Tractors, Qlue, UPH, Indocomtech, Investree, BPSDM PUPR, Film, Inspirational Video, Motivational Video