UKDW Gelar Diskusi Adaptasi Pendidikan dan Praktik Arsitektur Terhadap Kenormalan Baru

91

Fakultas Arsitektur dan Desain Universitas Kristen Duta Wacana (FAD UKDW) kembali menyelenggarakan Seminar on Architecture Research & Technology yang kelima (SMART#5).

Tahun ini, SMART#5 yang berlansung tanggal 12-13 Oktober 2020 diadakan pada masa pandemi Covid-19, dimana adaptasi kebiasaan baru (new normal) diberlakukan. Kondisi ini tentu berdampak dalam bidang arsitektur baik dalam praktik profesi maupun akademik, baik secara substansi maupun metode kerja. Kondisi tersebut melatarbelakangi tema SMART#5 yakni “New Normal Architecture and Space: Innovations in Architectural Design and Pedagogy Methods”.

 

Menurut Stefani Natalia Sabatini, ST., MT., Dosen Perancangan Arsitektur UKDW sekaligus Ketua Panitia SMART#5, seminar ini bertujuan untuk melihat bagaimana fenomena pandemik Covid-19 berdampak pada proses pembelajaran di sekolah arsitektur dan praktik profesi arsitektur, menjadi ruang diskusi tentang inovasi dan evaluasi dari penyesuaian yang telah dilakukan oleh berbagai pihak, serta menjadi ruang kolaborasi antar pengampu kepentingan di dunia pendidikan dan praktik arsitektur.

Seminar yang diadakan secara daring ini dibuka oleh Rektor UKDW, Ir. Henry Feriadi, M.Sc., Ph.D. dan mengundang tiga narasumber yakni Walikota Yogyakarta, Drs. Haryadi Suyuti, yang diwakili oleh Kepala Bappeda, Agus Tri Haryono, ST.MT; perwakilan dari Asosiasi Pendidikan Arsitektur Indonesia yakni Prof. Yandi A. Yatmo, S.T., M.Arch., Ph.D; dan perwakilan dari Ikatan Arsitek Indonesia yakni Suwardana Winata S.T., M.Arch., IAI. Dalam diskusinya, ketiga pembicara menunjukkan bahwa semua pihak memang perlu beradaptasi dalam kondisi ini. Pemerintah Kota Yogyakarta menyusun kebijakan terkait protokol di tempat umum untuk tetap menghidupkan ekonomi, mengembangkan gerakan sosial untuk meningkatkan kapasitas masyarakat, dan meningkatkan sinergi dengan teknologi untuk mengurangi kontak fisik.

Prof. Yandi menekankan bahwa dalam kondisi seperti sekarang, pendidikan arsitektur harus responsif yang berarti pendidik harus turut berkembang dan belajar bersama dengan mahasiswa mempelajari perkembangan ilmu terkini. Suwardana menyampaikan bahwa pandemi ini semakin mendorong arsitek untuk meningkatkan kolaborasi dan pendekatan yang multidisipliner sembari memperbarui program arsitektural pada berbagai fungsi ruang binaan yang menuntut keselamatan dan kenyamanan pada masa adaptasi kenormalan baru.

 

Seminar dilanjutkan dengan sesi diskusi round-table yang menitikberatkan pada pendidikan arsitektur. Sesi diskusi round-table ini dibagi menjadi tiga sesi yang membahas tentang penyesuaian pembelajaran studi perkotaan, pedagogi arsitektur, dan pembelajaran studi sains bangunan. Ketiga sesi ini menghadirkan sepuluh presenter dari berbagai perguruan tinggi arsitektur, termasuk dari Kasetsart University, Thailand.

Pada hari kedua, SMART#5 berlangsung dengan mengundang Prof. Paramita Atmodiwirjo, S.T., M.Arch., Ph.D. dari Universitas Indonesia, Gayuh Budi Utomo, ST., IAI. dari Gursiji Studio, Gede Arista Gunawan, S.T., M.M., IAI. dari Bale Desain, dan Judy Pranata, S.T., IAI dari JP Studio. Tak hanya itu, melanjutkan hari sebelumnya, sesi round-table juga masih dilangsungkan pada hari yang kedua dengan sepuluh presenter berbeda yang dibagi pada tiga topik sesi yakni penyesuaian pembelajaran studio perancangan arsitektur, pengembangan kampus merdeka, dan penyesuaian pembelajaran pada studi sejarah, teori, dan kritik arsitektur. Keenam sesi diskusi round-table secara daring ini tidak berbayar dan siarannya dapat disaksikan kembali melalui channel Youtube Arsitektur UKDW.

P&G, Rejoice Rich Shampo, UKDW Yogyakarta, BNI Syariah, Hotel Santika Premiere ICE-BSD City, Inspirational Video, Motivational Video.