
PT Riset Perkebunan Nusantara (RPN), entitas dari Holding Perkebunan Nusantara PTPN III (Persero), menerima kunjungan delegasi Duke Corporate Education (Duke CE) di Bogor, Selasa (5/8/2026). Kunjungan ini bertujuan memperkuat kolaborasi di bidang pengembangan kepemimpinan, inovasi, serta implementasi praktik Environmental, Social, and Governance (ESG) pada sektor perkebunan.
Dalam kunjungan tersebut, delegasi Duke CE disambut jajaran manajemen RPN dan mengikuti pemaparan profil perusahaan serta demonstrasi teknologi digital seperti Chat OPA, e-Hara, dan NusaGIS. Rangkaian acara dilanjutkan dengan diskusi interaktif mengenai tantangan dan peluang industri perkebunan, serta kunjungan lapangan ke Unit Bogor Getas dan Kebun Percobaan Kopyor Ciomas untuk melihat langsung aktivitas riset dan inovasi yang dikembangkan RPN.
Sinergi Hadapi Tantangan Global
SEVP Riset, Inovasi & Sustainability RPN, Dr. Misnawi, mengatakan industri perkebunan menghadapi tantangan yang semakin kompleks seiring pertumbuhan pasar global. Menurutnya, sinergi dan kolaborasi menjadi kunci untuk membangun industri perkebunan yang lebih maju, baik di dalam negeri maupun di kancah internasional.
Sementara itu, Managing Director for Middle East & APAC Duke Corporate Education, Dennis Foo, menyampaikan apresiasi atas sambutan PTPN Group dan RPN. Ia menekankan bahwa penerapan ESG kini menjadi kebutuhan, bukan lagi sekadar pilihan, sebagai fondasi pertumbuhan bisnis yang berkelanjutan.
Kunjungan ini diharapkan menjadi langkah awal membuka peluang kolaborasi yang lebih luas antara industri dan institusi pendidikan global, guna memperkuat kapasitas sumber daya manusia serta mempercepat transformasi sektor perkebunan menuju industri yang lebih modern dan berkelanjutan.
Catatan Redaksi. ESG merupakan kerangka penilaian keberlanjutan perusahaan yang kini banyak disyaratkan mitra dagang dan investor global, terutama bagi komoditas perkebunan yang menghadapi aturan importir seperti larangan produk hasil deforestasi. Duke Corporate Education sendiri adalah lembaga pendidikan eksekutif yang berafiliasi dengan Duke University, fokus pada pengembangan kepemimpinan dan strategi bisnis di berbagai industri. Adapun sistem seperti NusaGIS memanfaatkan teknologi pemetaan digital atau GIS untuk memantau kondisi lahan perkebunan secara lebih presisi dibanding survei manual.
Sumber: PT Riset Perkebunan Nusantara (RPN), Holding Perkebunan Nusantara PTPN III (Persero).





