Pertaruhan AUX, Jajaki Pasar AC Komersial di Indonesia

18
(Kanan-kiri): Thomas Widiarto, Sales Manager PT SBS, Jerry Wang, Sales Director AUX Commercial Air Conditioner, di sela-sela peluncuran Commercial Air Conditioner AUX terbaru tipe ARV 6 series di Jakarta.

Jakarta, 30 Oktober 2019 – Pesatnya pembangunan properti di Indonesia, menjadi daya tarik tersendiri bagi AUX Air Conditioner (AC) untuk meramaikan pasar AC komersial di Indonesia.

Meskipun pasar AC komersial di Indonesia telah dipadati beragam merek dari Jepang, Korea, China dan negara lainnya.

Untuk menjajaki pasar AC komersial di Indonesia AUX produsen AC terbesar di dunia yang berpusat di Ningbo, China menggandeng PT Sumber Bangun Sarana (SBS) sebagai distributor AC komersial di Indonesia, dimana SBS juga saat ini juga memasarkan AC merek Mitsubushi dan Sansui.

 

Diakui Jerry Wang, Sales Director AUX Commercial Air Conditioner, Indonesia sebagai negara dengan populasi terbesar ke-4 dunia merupakan pangsa pasar yang sangat berpotensi.  Dengan menggandeng PT SBS, ia yakin dapat memberikan produk AC berkualitas tinggi dengan teknologi terkini dan harga yang kompetitif sehingga memberikan value yang terbaik kepada konsumen.

Produk AC tersebut diantaranya adalah AC tipe Variable Refrigerant Flow (VRF) seri ARV6 dengan terknologi inverter untuk menjawab kebutuhan pendingin proyek komersil di Indonesia seperti gedung kantor, apartemen, hotel dan rumah makan.  “Kehadiran AUX Air Conditioner sebagai salah satu perusahaan AC terbesar di dunia siap menjawab kebutuhan AC komersil di Indonesia,” kata Jerry.

 

Thomas Widiarto, Sales Manager PT SBS  menambahkan SBS memahami bahwa pesatnya pembangunan di Indonesia perlu didukung produk pendingin yang nyaman, efisien, ramah lingkungan dan kompetitif dari segi biaya.

Diakui Thomas, selain menawarkan produk yang berkualitas tinggi,  memiliki teknisi dan engineer  berkualifikasi dan berpengalaman untuk memberikan service yang terbaik kepada konsumen. “Sebagai pendatang baru, kami targetkan penjualan AUX Air Conditioner untuk segmen komerrsial sekitar Rp 50 miliar setahun,” kata Thomas.

Untuk menggarap pasar di Indonesia, SBS telah menyiapkan berbagai strategi, dari segi harga misalnya, menurut Thomas AUX berani bersaing dengan merek-merek AC ternama yang sudah ada di Indonesia. ”Pastinya kami akan mematok harga yang bersaing, mengingat mendapat support dari produsen langsung untuk bersaing di Indonesia,” katanya.

Selain harga, SBS pun akan menggandeng para dealer dan konsultan yang telah lama bergelut di bidang HVAC (Heating, Ventilating, and Air Conditioning), mengingat AUX menjadi Brand yang di pertimbangkan dalam dunia HVAC di Indonesia.

 

Beberapa model Indoor unit yang tersedia di AUX ARV 6, seperti ceiling cassette, ceiling & floor, ceiling ducted , wall mounted. Hanya saja untuk bersaing  dengan merek lain AUX menghindari head to head di Jakarta. Tapi AUX akan menggunakan cara yang lebih cerdas membidik market di daerah-daerah seperti Surabaya, Bali, Lombok, Makassar dan Medan, di mana market AC komersial masih besar.

Beberapa proyek yang telah menggunakan AUX VRF, seperti Sekolah Musik Indonesia di Semarang, gedung perkantoran Wiladatika Cibubur Jakarta Timur dan lain-lain.

Lion Air Group, BPSDM PUPR, BNI Syariah, AUX Air Conditioner, Huawei, Batik Air, Indocomtech, TRANS N CO Indonesia, Inspirational Video, Motivational Video